Tim Gabungan Padamkan 0,75 Hektar Karhutla Lahan Mineral di Pemulutan Ogan Ilir
Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) gabungan berhasil mengendalikan, serta memadamkan kobaran api yang membakar lahan
Nusantaraterkini.co, OGAN ILIR - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) gabungan berhasil mengendalikan, serta memadamkan kobaran api yang membakar lahan milik masyarakat di Desa Ibul 1, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (5/8/2026).
Aksi cepat penanggulangan darat tersebut berhasil mengisolasi sebaran api hingga tidak meluas ke area yang lebih besar.
"Tim di lapangan langsung bergerak cepat merespon laporan warga begitu titik api terdeteksi. Berkat sinergi lintas instansi, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu kurang dari dua jam," ujar Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto dakam keterangan tertulis yang diterima.
Operasi pemadaman darat ini melibatkan personel gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin, TNI, Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Ia mengatakan jika informasi awal kebakaran diterima tim operasional Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin pada Rabu siang.
Merespon laporan tersebut, tim satgas gabungan langsung dikerahkan menuju titik lokasi kejadian di kawasan Area Penggunaan Lain (APL).
Proses pemadaman darat dimulai pukul 14:34 WIB dengan memfokuskan pembasahan pada lahan bertipe tanah mineral yang ditumbuhi vegetasi pegas, pohon gelam, dan semak belukar yang mengering.
Dengan mengandalkan satu unit pompa jinjing, peralatan pemadam tangan, serta dukungan armada mobilitas personil, tim satgas berhasil mengendalikan tipe kebakaran permukaan tersebut.
“Api berhasil dinyatakan padam sepenuhnya (clear) pada pukul 16:30 WIB,” katanya.
Dari total estimasi indikasi luas kebakaran sekitar 2 hektar, tim Satgas Karhutla berhasil memadamkan area terdampak seluas 0,75 hektar sebelum menjangkau pemukiman atau vegetasi sekitar.
Kondisi cuaca di lokasi kejadian sepanjang pemadaman terpantau cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin bertiup sedang mencapai 7 km/jam.
“Meski api telah padam total, kami tetap mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, mengingat vegetasi semak belukar pada musim kering sangat rentan memicu kebakaran meluas,” tandasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·41 menit yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·53 menit yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
KRIMINALBawa 44 Bungkus Sabu dari Aceh, Dua Pria Ditangkap di Besitang
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALTinjau API Banyuwangi, Wamenaker Minta Peserta MagangHub Asah Kompetensi
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PERISTIWAPembangunan Tong Pengolahan Emas di Desa Simalagi Madina Telan Korban Jiwa
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan