Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tergencet Tarif dan Tekanan Global, Laba BMW Paruh Pertama 2026 Anjlok Hampir 40 Persen

Laba operasional BMW paruh pertama 2026 anjlok hampir 40 persen akibat tekanan tarif dan regulasi ketat

Orang-orang mengunjungi stan luar ruangan BMW di ajang International Motor Show Germany (IAA Mobility) di Munich, Jerman, pada 8 September 2021. (Foto: Xinhua/Lu Yang)
Orang-orang mengunjungi stan luar ruangan BMW di ajang International Motor Show Germany (IAA Mobility) di Munich, Jerman, pada 8 September 2021. (Foto: Xinhua/Lu Yang)
A A

Nusantaraterkini.co, BERLIN - Laba operasional merosot hampir 40 persen pada paruh pertama (H1) tahun ini, demikian disampaikan produsen mobil premium asal Jerman itu pada Kamis (30/7/2026).

Pengumuman itu disampaikan sehari setelah mengungkapkan rencana untuk memangkas 8.000 pekerjaan di seluruh dunia sebagai bagian dari upaya memperketat efisiensi biaya di tengah tekanan yang meningkat akibat tarif, regulasi yang semakin ketat dan persaingan yang kian sengit.

Laba operasional BMW turun 37,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 3,64 miliar euro (1 euro = Rp20.616) pada enam bulan pertama 2026. Sementara itu, laba bersih menyusut 28,5 persen menjadi 2,87 miliar euro. Pengiriman kendaraan juga turun 4,2 persen menjadi 1,16 juta unit.

Pihak perusahaan memperkirakan total pengiriman kendaraan sepanjang tahun ini akan sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

CEO BMW Milan Nedeljkovic mengatakan tarif yang lebih tinggi, hambatan perdagangan, regulasi yang semakin ketat di Eropa, serta konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah menjadi tantangan utama yang dihadapi perusahaan selama setahun terakhir.

Tarif saja memangkas margin laba otomotif grup tersebut, atau margin laba sebelum bunga dan pajak (earnings before interest and taxes/EBIT), sebesar 1,25 poin persentase pada kuartal kedua. Margin itu turun menjadi 2,3 persen dari 5,4 persen tahun lalu.

Nedeljkovic mengatakan BMW sedang mempercepat langkah efisiensi biaya dengan merampingkan organisasi dan meningkatkan efisiensi guna menjaga daya saing jangka panjang perusahaan.

Dia menambahkan bahwa BMW telah mencapai kesepakatan dengan perwakilan pekerja mengenai rencana restrukturisasi tenaga kerja, termasuk pengurangan jumlah karyawan pada posisi nonproduksi di Jerman.

Raksasa otomotif itu akan memangkas sekitar 8.000 pekerjaan di seluruh dunia antara Oktober tahun ini hingga akhir 2027, dengan lebih dari separuh pengurangan diperkirakan terjadi di Jerman. Hingga akhir 2025, BMW mempekerjakan sekitar 154.500 orang di seluruh dunia, termasuk lebih dari 80.000 orang di Jerman.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru