Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Studi Ungkap Penangkapan Berlebihan Picu Penurunan Pertumbuhan Ikan Global Sejak 1908

Studi JCU ungkap penangkapan berlebih picu penurunan pertumbuhan ikan global 9% dalam seabad terakhir

Foto yang diabadikan pada 27 Desember 2025 ini menunjukkan acara menangkap ikan musim dingin saat pekan raya Nadam di Danau Lianhuan yang membeku di Wilayah Otonom Etnis Mongol Dorbod, Kota Daqing, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Foto: Xinhua/Wang Song)
Foto yang diabadikan pada 27 Desember 2025 ini menunjukkan acara menangkap ikan musim dingin saat pekan raya Nadam di Danau Lianhuan yang membeku di Wilayah Otonom Etnis Mongol Dorbod, Kota Daqing, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Foto: Xinhua/Wang Song)
A A

Nusantaraterkini.co, SYDNEY - Tim ilmuwan memperingatkan penangkapan ikan secara berlebihan () dan mengikis fondasi biologis dari banyak bidang perikanan, dengan analisis terbaru mengungkap penurunan secara global dalam seabad terakhir.

Tim peneliti dari Universitas James Cook (/JCU) di Australia menganalisis hampir 7.700 catatan pertumbuhan yang meliputi 1.479 spesies laut dari tahun 1908 hingga 2021, dan menemukan penurunan kinerja pertumbuhan sejak sekitar tahun 1908, dengan penurunan terbesar terpusat pada spesies yang bernilai komersial, menurut pernyataan dari universitas itu belum lama ini.

Berbagai tekanan yang dipicu oleh aktivitas manusia menyebabkan perubahan skala besar pada ekologi dan siklus hidup ikan, tutur Helen Yan, yang memimpin studi itu sebagai bagian dari studi doktoralnya di JCU.

Tim peneliti mengukur kinerja pertumbuhan, karakteristik biologis yang menggambarkan keseimbangan antara laju pertumbuhan dan ukuran tubuh, dalam rentang waktu 113 tahun.

"Perikanan yang dikelola mengalami rata-rata penurunan kinerja pertumbuhan sebesar 9 persen dalam seabad terakhir. Ini mengindikasikan bahwa ikan tumbuh hingga mencapai ukuran yang relatif lebih kecil dan/atau dengan laju yang lebih lambat," papar Yan.

Praktik penangkapan ikan komersial berbasis ukuran, alih-alih suhu, merupakan pendorong utama pola penurunan global, meski perubahan iklim mungkin memperparah dampaknya, imbuh Yan.

Penangkapan ikan secara intensif meninggalkan jejak biologis yang jelas pada populasi ikan, tutur Yan, seraya menyatakan bahwa tren itu paling terlihat di wilayah-wilayah beriklim sedang di mana tekanan penangkapan ikan tercatat paling tinggi.

Tim ilmuwan memperingatkan bahwa ikan yang berukuran lebih kecil dan pertumbuhannya lebih lambat dapat mengubah jaring makanan, menurunkan hasil tangkapan, dan mempersulit upaya pemulihan, sembari menekankan perlunya pembatasan jumlah tangkapan yang lebih ketat, perlindungan ukuran dan habitat, serta pemantauan berjangka lebih panjang untuk mendeteksi perubahan biologis.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait