Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rombongan Pelajar Jepang Diduga Curi 40 Kaus di Ubud, Polisi Koordinasi dengan Konsulat Jepang

Pelajar Jepang diduga curi 40 kaus di toko oleh-oleh Ubud. Polisi tetap selidiki dan koordinasi dengan Konsulat Jepang meski rombongan sudah pulang.

CCTV yang merekam pencurian yang dilakukan siswa Jepang. (Dok: Polres Gianyar)
CCTV yang merekam pencurian yang dilakukan siswa Jepang. (Dok: Polres Gianyar)
A A

Nusantaraterkini.co, GIANYAR – Insiden pencurian yang dilakukan rombongan pelajar asal Jepang di sebuah toko oleh-oleh di Jalan Kajeng, Desa Ubud, Gianyar, Bali, pada Rabu (3/12/2025), menjadi perbincangan hangat setelah rekaman kejadiannya viral di media sosial.

Menurut Kasi Humas , Ipda I Gusti Ngurah Suardita, rombongan pelajar tersebut diketahui telah kembali ke Jepang pada hari yang sama setelah insiden terjadi. Meski demikian, polisi memastikan proses penyelidikan tetap berjalan sesuai prosedur.

“Informasinya mereka sudah kembali ke negaranya. Namun lidik tetap berlanjut dan kami berkoordinasi dengan Konsulat Jepang,” ujar Suardita, Jumat (12/12/2025).

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula ketika sekitar 20 pelajar Jepang memasuki toko oleh-oleh milik I Kadek Ramayana (26) sekitar pukul 11.35 WITA. Tiga pelajar menghampirinya secara bersamaan untuk membeli 15 kaus, sehingga konsentrasinya terpecah dan ia tidak sempat mengawasi pelajar lainnya.

Seluruh rombongan kemudian meninggalkan toko setelah melakukan transaksi. Dugaan pencurian muncul setelah pamannya, I Wayan Ajus, yang berjualan di toko sebelah, memberi tahu adanya gelagat mencurigakan.

Setelah melakukan pengecekan stok, diketahui bahwa sekitar 20 kaus hilang di toko Kadek Ramayana, dan 20 kaus lagi hilang di toko milik Wayan Ajus, dengan total kerugian mencapai Rp 3,6 juta.

Pemeriksaan Sopir Bus

Polisi juga telah memeriksa sopir bus rombongan, I Wayan Suarta (48). Ia mengungkapkan bahwa para pelajar itu merupakan peserta tur dari sebuah jasa travel di kawasan Tuban, Badung. Total rombongan mencapai 100 orang, diangkut menggunakan empat bus, dan berada di Bali sejak 1 hingga 3 Desember 2025.

Hingga kini, masih mengumpulkan bukti dan informasi tambahan untuk menindaklanjuti kasus tersebut melalui kerja sama dengan pihak terkait.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait