Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

PVMBG Kaji Pergerakan tanah di Desa Parlondut Samosir

Survei ini sebagai upaya percepatan penanggulangan yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Samosir ke depan.

Tim PVMBG melakukan survei struktur tanah di Desa Parlondut. (JAS/Nusantaraterkini.co)
Tim PVMBG melakukan survei struktur tanah di Desa Parlondut. (JAS/Nusantaraterkini.co)
A A

, - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi () Bandung Kementerian ESDM melakukan survei terkait adanya peristiwa di Desa Parlondut Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (31/10/2024).

Survei ini sebagai upaya percepatan penanggulangan yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten ke depan. 

Tim penyidik bumi yang dipimpin Kibar Muhammad Suryadana turun langsung melakukan peninjauan sekaligus melakukan kajian dan penelitian untuk memastikan penyebab terjadinya longsor atau pergesaran tanah yang menyebabkan retakan terhadap beberapa rumah dan perladangan warga.

Hasil survei ini akan menjadi dasar bagi pemerintah Kabupaten Samosir untuk melakukan tindak lanjut penanganan infrastruktur yang rusak. 

Penyidik Bumi PVMBG Kementerian ESDM Kibar Muhammad Suryadana menjelaskan, di Desa Parlondut merupakan tipe lambat atau rayapan dimana terjadi akibat litelogi batuan hasil erupsi gunung.

"Biasa terjadi akibat litelogi batuan hasil produk erupsi gunung api yang ada di daerah tersebut, bisa juga diakibatkan kondisi morfologi yaitu daerah yang berada pada cekungan atau lembah yang dapat menjadi segmen area pergerakan tanah, dimana setiap ada curah hujan yang tinggi air akan berlimpah dan basah sehingga mengakibatkan adanya pergeseran tanah. Pemicu pergeseran tanah di Desa Palondut adalah curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan gerakan tanah yang besar," ucapnya.

Tim PVMBG melakukan survey permukaan tanah dan pengambilan foto udara dengan metode fotogrametrik, selanjutnya akan dilakukan pemetaan. Secara akurat hasilnya akan diserahkan kepada Pemkab. Samosir sebagai dasar tindak lanjut penanganan daerah tersebut.

“Hitungan sementara ada 10-12 ha tanah yang berpotensi mengalami gerakan tanah kembali. Hasil kajian tersebut akan kita buat dalam peta laporan situasi gerakan tanah yang berisi rekomendasi yang selanjutnya menjadi dasar Pemkab Samosir dalam tindak lanjut penanganan kedepan," jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa area yang sudah terdampak saat ini baik infrastruktur jalan dan rumah penduduk baiknya direlokasi karena besar kemungkinan gerakan tanah akan tetap terjadi dan terulang.

“Area pemukiman yang terdampak baik jalan dan rumah penduduk segera direlokasi ketempat lebih aman, karna kemungkinan terjadi gerakaan tanah terulang ketika hujan deras. Untuk lahan pertanian masih bisa diusahai masyarakat dan ada baiknya dengan tanaman keras untuk memperlambat gerakan tanah," tandasnya.

(Cw8/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru