Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polri Didesak Bongkar Bandar dan Beking Narkoba di Samarinda

Anggota Komisi III DPR Abdullah mendesak Polri membongkar bandar dan beking aparat dalam kasus kampung narkoba Samarinda.

Anggota Komisi III DPR Abdullah mengapresiasi langkah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggerebek kampung narkoba di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Jumat (22/5/2026).(foto: istimewa)
Anggota Komisi III DPR Abdullah mengapresiasi langkah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggerebek kampung narkoba di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Jumat (22/5/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Abdullah mengapresiasi langkah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim menggerebek kampung narkoba di kawasan , Samarinda. Dalam pengungkapan tersebut, aparat menemukan aktivitas peredaran narkotika dengan total sabu telah diperjualbelikan mencapai 350,4 kilogram.

Peredaran barang haram itu diperkirakan telah menjangkau sekitar 1,7 juta pengguna dengan nilai ekonomi bisnis ilegal mencapai sekitar Rp630,7 miliar.

Abdullah menilai pengungkapan tersebut menjadi bukti bahwa masih bekerja secara terstruktur dan masif di daerah. Karena itu, ia meminta tidak berhenti pada penggerebekan di tingkat lapangan semata, melainkan terus mendalami dan membongkar jaringan besar di balik peredaran narkoba tersebut.

“Penggerebekan ini harus menjadi pintu masuk untuk membongkar seluruh di Samarinda. Jangan berhenti pada pelaku lapangan saja, tetapi telusuri hingga bandar besar dan aktor utama yang mengendalikan bisnis haram ini,” ujar Abdullah, Jumat (22/5/2026).

Ia juga meminta aparat kepolisian mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat yang menjadi pelindung atau beking peredaran narkoba tersebut. Menurutnya, praktik bisnis narkotika tidak mungkin berkembang besar tanpa adanya perlindungan dari pihak tertentu.

“ harus menangkap bandar besar dan siapa pun aparat yang terbukti menjadi beking dalam bisnis terlarang ini. Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Abdullah menekankan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan keberanian dan ketegasan aparat penegak hukum. Ia meminta Polri tidak gentar menghadapi jaringan yang memiliki kekuatan modal maupun pengaruh.

“Polri tidak boleh gentar menghadapi bandar dan . Siapa pun yang terlibat harus ditangkap dan diproses hukum secara tegas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap keterlibatan anggota polisi, dalam kasus kampung narkoba di Gang Langgar, , Kota Samarinda.

Dalam pengungkapan kasus itu, Bripka Dedy bahkan sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) sebagai “sniper” atau pengawas aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru