Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polrestabes Medan Bekuk Sindikat Narkoba Lintas Provinsi Berkedok Paket Ekspedisi

Polrestabes Medan ringkus bandar narkoba antar pulau yang gunakan modus jasa ekspedisi berisi batu dan barang lain

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha saat menunjukkan barang bukti sitaan, Senin (27/7/2026). (Foto: istimewa)
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha saat menunjukkan barang bukti sitaan, Senin (27/7/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Satresnarkoba menggerebek sebuah rumah kos yang dijadikan gudang pemasok narkoba antar pulau di kawasan , Rabu (22/7/2026) kemarin.

Dalam prakteknya, para pelaku memanfaatkan jasa pengiriman paket, dan mengkamuflasekan narkoba yang dikirim.

Pengungkapan yang dilakukan personel Unit 2 Satreskrim , berawal dari ditangkapnya HS (19) warga Jalan Tenggiri Raya, Kecamatan di Jalan Rawe V.

Saat ditangkap, petugas menyita 3 butir pil ekstasi, dan sejumlah uang yang diduga hasil penjualan narkoba.

Saat diperiksa, HS mengaku mendapat narkoba dari JD (25) yang tinggal di rumah kos yang berada di Jalan Rawe II, Kecamatan Medan Labuhan.

“Dari JD kami temukan sejumlah barang bukti, mulai dari 3 paket sabu, 188 butir pil ekstasi, hingga 6 kg ganja dalam jumlah besar,” ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Dia menyebut, para pelaku merupakan pemasok narkoba ke sejumlah daerah di Indonesia, dan kerap memanfaatkan jasa pengiriman paket, dengan mengkamuflasekan narkoba seolah-olah barang elektronik maupun spare part kendaraan.

“Modus operandi pelaku ini mengirimkan narkoba ke sejumlah daerah atau antar pulau, dengan menuliskan paket yang dikirim merupakan barang elektronik atau spare part. Untuk menyamarkan berat narkoba yang dikirim agar menyerupai dengan barang elektronik atau spare part, pelaku memasukkan batu ke dalam narkoba,” jelasnya.

Dalam prakteknya, para pelaku sudah menjalankan bisnis haramnya selama setahun terakhir. Dalam satu bulan, pelaku biasa melakukan pengiriman sebanyak 10 kali, dengan daerah terbanyak di Indonesia Timur.

“Mereka ini sudah satu tahun terakhir beroperasi, dalam satu bulan memasok narkoba setidaknya 10 kali ke sejumlah daerah,” terangnya.

Rafli menegaskan, pihaknya kini sedang mengejar satu pelaku lagi, yang berperan sebagai pemasok narkoba kepada para pelaku. Hal ini dilakukan, untuk memutus mata rantai peredaran narkoba, dari sindikat pemasok narkoba antar pulau ini.

“Bagaimana pun pelaku berkamuflase, kami pastikan kami akan menemukan cara untuk mengungkapnya,” pungkasnya.

(zie/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru