Pilkada Serentak di Era Prabowo Tak Diwarnai Isu SARA
Isu SARA tidak kelihatan di bawah kepimpinan Pak Prabowo. Semuanya bersatu padu
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 berjalan dengan lancar dan aman.
Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid mengatakan, pilkada kali ini juga tidak diwarnai isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Rakyat bersatu padu dalam mendukung pesta demokrasi.
“Alhamdulillah untuk pesta demokrasi kali ini, kami tidak melihat warna dikotomi politik SARA. Isu SARA tidak kelihatan di bawah kepimpinan Pak Prabowo. Semuanya bersatu padu,” terang Gus Jazil, sapaan akrabnya, Jumat (29/11/2024).
Penyebaran isu SARA memang dilarang dalam kampanye. Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 13 Tahun 2024 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota mengatur secara jelas larangan tersebut.
Ada sekitar 20 larangan yang diatur dalam Pasal 57 - Pasal 66 PKPU 13/2024. Di antaranya, masyarakat dilarang mempersoalkan dasar negara Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Masyarakat juga dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon gubernur, calon wakil gubernur, calon bupati, calon wakil bupati, calon walikota, calon wakil walikota, dan/atau partai politik.
PKPU juga melarang melakukan kampanye berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba partai politik, perseorangan, dan/atau kelompok masyarakat. Masyarakat juga dilarang menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan, atau menganjurkan penggunaan kekerasan kepada perseorangan, kelompok masyarakat, dan/atau partai politik, serta larangan lainnya.
“Larangan itu sudah sangat jelas. Alhamdulillah masyarakat mematuhinya. Tidak ada isu SARA dalam pilkada kali ini,” jelas Wakil Ketua Umum DPP PKB itu.
Menurut Gus Jazil, hal itu tentu sangat menggembirakan. Masyarakat semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan politik dalam pilkada. Isu SARA sudah tidak laku lagi di tengah masyarakat. Rakyat bosan dengan isu tersebut, karena akan memecah belah persatuan.
Rakyat tentu belajar dari Pilkada 2017 dan Pemilu 2019 yang penuh dengan permainan isu SARA, sehingga masyarakat terpecah belah. Gus Jazil mengatakan, pihaknya sangat bersyukur hal itu tidak terulang dalam pilkada kali ini.
Dalam pemilihan umum, lanjut Gus Jazil, rakyat memang harus fokus pada sosok para calon, gagasan, visi - misi, dan program yang ditawarkan. Sebab, hal itulah yang akan menentukan masa depan pemerintahan ke depan.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NEWSIsu OTT di Sumut Bikin Geger, Ketua DPRD Labura Disebut Ditangkap, Ini Kata KPK
hendra·19 menit yang lalu -
KRIMINALHendak Terbang ke Kuala Lumpur, Penumpang Bawa 700 Gram Emas Digagalkan Bea Cukai
hendra·42 menit yang lalu -
NEWSFilep Wamafma Soroti DTSEN KIP Kuliah 2026: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSKasus Lapas Cibinong, Pangeran Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjenpas Ditangguhkan
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Bakal Perluas Kolam Retensi untuk Atasi Banjir Simpang Polda Jelang Musim Hujan
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSFormappi Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran: Kini Lebih Tepat Disebut Kabinet Kompromi
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALDitawar Rp300 Ribu untuk Seks, Pria di Labura Bunuh Pasangan Sesama Jenis: Satu Pelaku di Bawah Umur
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSTak Banyak yang Tahu, Kapolri Suyudi Ario Seto Pernah Pamer Aksi Debus Bengkokkan Golok
hendra·3 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Turun Tipis ke Rp2.576.000 Per Gram, Perak Naik Menjadi Rp40.750
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan