Pengadaan Meja Biliar DPRD Sumsel Dibatalkan, Pengamat Ingatkan Waspada Munculnya 'Anggaran Siluman'
Pengadaan meja biliar DPRD Sumsel batal. Pengamat ingatkan publik waspadai anggaran siluman susulan
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Paket pengadaan meja biliar untuk pimpinan DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) resmi dihapus dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP menyusul gelombang protes masyarakat.
Namun pengamat memperingatkan publik agar tetap waspada terhadap potensi munculnya kembali anggaran serupa di masa mendatang.
Pembatalan tersebut dinilai sebagai kemenangan suara publik, namun dianggap belum tuntas secara etika politik.
Pengamat Kebijakan Publik Sumsel, Husni Thamrin menilai pihak sekretariat maupun pimpinan dewan perlu memberikan pernyataan resmi untuk menjamin jika fasilitas mewah tersebut tidak akan dianggarkan kembali secara sembunyi-sembunyi saat pengawasan melemah.
“Langkah yang paling tepat adalah pimpinan DPRD secara eksplisit dan resmi menyatakan bahwa pengadaan itu dievaluasi ulang atau dibatalkan, disertai penjelasan terbuka kepada masyarakat,” ujar Husni Thamrin, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, polemik ini mencerminkan buruknya skala prioritas dalam penyusunan anggaran daerah yang seharusnya lebih berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
Ia menegaskan jika permohonan maaf dari pimpinan dewan merupakan bentuk pertanggungjawaban moral atas kegaduhan yang telah melukai rasa keadilan publik.
“Sikap mengakui kekeliruan dan meminta maaf bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk tanggung jawab moral, politik, dan penghormatan kepada rakyat,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat sipil dan media untuk terus memantau laman SIRUP LKPP guna mengantisipasi praktik "anggaran siluman".
Ia menengarai adanya pola politik anggaran yang kerap menarik paket kontroversial saat dikritik, namun memasukkannya kembali ketika tensi publik mereda.
“Kemungkinan paket tersebut dimasukkan kembali tetap ada apabila pengawasannya lemah. Yang harus diwaspadai adalah pola meredam kritik dengan menarik paket saat sorotan publik tinggi, lalu memunculkannya lagi ketika perhatian masyarakat melemah,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSDugaan Pelecehan Seksual di UGM Mencuat, Habib Syarief Minta Tindakan Tegas Jika Terbukti
hendra·5 menit yang lalu -
-
SUMSELDinkes Sumsel Catat 29.969 Kasus ISPA Akibat Dampak Kabut Asap Karhutla hingga September 2026
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDugaan Mafia Tanah di Sulteng Diadukan ke Komisi III DPR, Kuasa Hukum Soroti SP3 Polda
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Kasus PNBP Pelabuhan Belawan, JPU Dalami Prosedur Pemanduan dan Navigasi Kapal
hendra·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANMulai Oktober, Siswa SMA/SMK Bermasalah Bakal Dibina di Barak Kopassus
hendra·3 jam yang lalu -
PERISTIWADua Pemuda Tewas di Kontrakan, Polisi Temukan Bau Gas Menyengat dan Kompor Masih Menyala
hendra·3 jam yang lalu -
NASIONALDPD dan TNI Dorong Karya Bakti di Bengkulu, 580 Titik Pembangunan Disiapkan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KRIMINALMelawan Petugas, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Binjai Kota Ditembak Polisi
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALLBH Pandawa Khatulistiwa Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Aliran Emas Papua di Samarinda
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan