Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pemilik Panti Diduga Cabuli Anak Asuh, Kepala Desa Sampali: Mencoreng Nama Baik

Pemilik Panti Diduga Cabuli Anak Asuh, Kepala Desa Sampali: Mencoreng Nama Baik

Pemilik Panti Diduga Cabuli Anak Asuh, Kepala Desa Sampali: Mencoreng Nama Baik
Pemilik Panti Diduga Cabuli Anak Asuh, Kepala Desa Sampali: Mencoreng Nama Baik
A A

Nusantaraterkini.co, Medan - Pemilik Cahaya Natanael Indonesia diduga cabuli anak asuhnya sendiri.

Panti ini berlokasi di Jalan Jati Rejo, Medan Estate Kecamatan Kota Medan Sumatera Utara.

BACA JUGA: Breakingnews, Ada Teror Bom di Dalam Pesawat, Saudi Airlanes Tujuan Jakarta Mendarat Darurat di Kualanamu

Kepala Desa Sampali, Muhammad Ruslan benar adanya kejadian pelecehan seksual yang dilakukan pemilik yang dimaksud.

"Memang benar ada kejadian ini, dan pada hari ini juga tadi pihak dinas sosial datang kesini untuk mengonfirmasi dan sudah lakukan kunjungan juga ke panti asuhan tersebut," ucapnya saat ditemui di Kantor Desa Sampali Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu pukul 15.00 wib.

Ia mengatakan bahwa pelaku diduga lakukan pelecehan seksual sudah diamankan pihak berwajib.

"Karena benar adanya kasus ini, maka sekarang pelaku sudah diamankan oleh pihak Polrestabes Medan," jelasnya.

Ruslan mengatakan bahwa anak-anak tersebut sudah diamankan oleh pihak terkait.

"Ada beberapa anak yang sudah kembali ke orang tuanya, ada juga yang diamankan di pemprov sekitar lima orang, dan untuk jumlah korban pencabulan kita masih belum tahu berapa jumlahnya," tuturnya.

Ruslan mengatakan sebagai kepala desa dia akan lakukan tindakan tegas terhadap pemilik panti, dimana ia sudah lakukan hal yang tidak terpuji.

"Kita akan lakukan langkah-langkah seperti kita akan kunjungan langsung ke panti asuhan yang dimaksud dan meminta kepada Bupati Deli Serdang agar menutup tempat tersebut, karena itu sudah sangat mencoreng nama baik Desa, sangat disayangkan seharusnya mengayomi pemilik panti malah mencabuli anak asuhnya sendiri," tegasnya.

Senada, Petugas Dinas Sosial, Rahma mengatakan bahwa lima anak sudah diamankan ditempat yang aman.

"Untuk lima anak itu sudah diamankan oleh P3P2K Provsu dan 24 anak asuh lain sudah dibawa oleh orang tua masing-masing," ucapnya.

BACA JUGA: Teror Bom di Pesawat Saudi Airlanes Melalui Email, Tim Jihandak Polda Sumut Melakukan Pengecekan

Ia mengatakan bahwa mereka adakan rapat dalam kasus ini, sebelum mereka lakukan kunjungan langsung ke TKP.

"Kemarin kita rapat di P3P2K Provsu, saya disuruh assessment dan belum mendapatkan datanya, karena provinsi mendapatkan laporan dari anak panti asuhan dan disuruh menunggu, panti asuhan ini belum terdaftar artinya belum resmi sebagai panti asuhan," pungkasnya.

(Cw2/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait