Pemerintah Diminta Serius Cari 3 Jemaah Haji yang Hilang di Makkah
Kita tidak bisa hanya mengandalkan laporan manual. Sudah saatnya ada sistem pelacakan yang lebih modern, dan pemerintah wajib mengevaluasi sistem mana
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR Mahdalena mendesak pemerintah melalui Kementerian Agama dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk meningkatkan upaya pencarian terhadap tiga jemaah haji asal Indonesia yang dilaporkan hilang di Makkah.
"Saya sangat prihatin atas hilangnya tiga jemaah kita di Tanah Suci. Pemerintah harus serius, sigap, dan transparan dalam proses pencarian. Ini menyangkut nyawa dan keselamatan warga negara kita," ujar Mahdalena, Rabu (2/7/2025).
Baca Juga: 5.373 Jemaah Haji Sumut Sudah Kembali ke Tanah Air
Menurut Mahdalena, pencarian harus melibatkan koordinasi yang erat dengan otoritas keamanan Arab Saudi, termasuk memanfaatkan teknologi pelacakan, kamera CCTV di area strategis, serta data pergerakan jemaah.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan laporan manual. Sudah saatnya ada sistem pelacakan yang lebih modern, dan pemerintah wajib mengevaluasi sistem manajemen pergerakan jemaah secara menyeluruh," tegasnya.
Mahdalena juga meminta agar keluarga para jemaah yang hilang mendapatkan informasi yang jelas, rutin, dan tidak simpang siur. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem bimbingan dan pendampingan jemaah, terutama bagi lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan fisik dan mental.
"Setiap jemaah adalah tanggung jawab negara. Kita tidak boleh anggap sepele hal ini. Komisi VIII akan terus memantau dan meminta laporan perkembangan dari Kementerian Agama secara berkala," tutup Mahdalena yang juga legislator dapil NTB ini.
Baca Juga: Kloter 9 Debarkasi Medan Tiba di Tanah Air, 2 Jemaah Haji Wafat
Sebelumnya, dilaporkan bahwa tiga jemaah haji Indonesia hilang dari pemondokan mereka di Tanah Suci. Petugas haji yang berada di lapangan telah melakukan upaya pencarian, termasuk menelusuri lokasi-lokasi umum yang biasa dikunjungi jemaah.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pendampingan khusus bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti demensia. Komisi VIII DPR RI pun menyatakan akan mengevaluasi sistem penyelenggaraan haji, termasuk mekanisme skrining kesehatan dan pendampingan jemaah lansia.
Pihak Kemenag sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru dari pencarian tiga jemaah tersebut. Namun petugas haji Indonesia di Arab Saudi dikabarkan terus melakukan pencarian secara intensif.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKHendri Satrio Sentil Gibran: Perjalanan Politik Anda Berbeda dengan Jokowi!
Rozie Winata·7 menit yang lalu -
EKONOMIAturan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Melemah 1,51%, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·30 menit yang lalu -
INTERNASIONALAleksandar Vucic Mundur dari Presiden Serbia, Siap Maju Jadi PM
Rozie Winata·39 menit yang lalu -
PENDIDIKANKapolri: Ruang Digital Butuh Pemuda yang Bijak dan Produktif
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALHari Raya Yahudi Diwarnai Serbuan ke Al-Aqsa, Palestina Serukan Tindakan Internasional
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·9 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
RELIGIPeringati Maulid Nabi, Rico Waas Ajak Warga Atasi Masalah Medan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan