OJK Sumut Perkuat Peran Industri Keuangan Sektor Tanaman Pangan
Sumut telah lama menjadi salah satu pusat produksi perkebunan terbesar di Indonesia dengan komoditas utama seperti kelapa sawit, jagung, karet
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat peran industri keuangan di bagian sektor tanaman pangan.
Hal ini mereka sampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Optimalisasi Peran Industri Jasa Keuangan di Sektor Tanaman Jagung dalam Rangka Peningkatan Perekonomian Sumatera Utara, Kamis (20/3/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Industri Jasa Keuangan (IJK), Pemerintah Daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pertanian dan perkebunan.
Sumut telah lama menjadi salah satu pusat produksi perkebunan terbesar di Indonesia dengan komoditas utama seperti kelapa sawit, jagung, karet, dan tembakau.
Baca Juga: Kementerian PKP Terima Dukungan Lembaga Keuangan Internasional untuk Percepatan Program Perumahan
Sektor ini memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, baik dalam memenuhi kebutuhan domestik maupun mendukung ekspor. Salah satu komoditas unggulan yang menjadi fokus dalam diskusi ini adalah jagung yang memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional.
Sebagai bahan baku utama pakan ternak, jagung berkontribusi terhadap ketersediaan pangan berbasis protein hewani.
Peningkatan produksi dan produktivitas jagung menjadi strategi penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor serta memperkuat pasokan domestik.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, produksi jagung nasional tercatat sebesar 14,46 juta ton. Dari total produksi nasional, Sumatera Utara menyumbang 9,09%, dan menempati posisi ketiga setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Dalam lima tahun terakhir, sektor jagung di Sumut menunjukkan perkembangan positif. Kredit yang disalurkan ke sektor ini meningkat secara signifikan dari Rp 276,37 miliar pada Desember 2020 menjadi Rp814,89 miliar pada Desember 2024.
Tren ini mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap pengembangan pertanian jagung dalam rangka mendorong ketahanan pangan dan kemandirian petani.
Kepala OJK Provinsi Sumut, Khoirul Muttaqien menegaskan pentingnya peran sektor keuangan dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan.
"Peran industri jasa keuangan sangat strategis dalam memberikan pembiayaan bagi sektor pertanian dan perkebunan, termasuk jagung, yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. OJK berkomitmen untuk terus mendorong akses keuangan yang lebih luas guna mendukung pertumbuhan ekonomi baik dalam skala daerah maupun nasional," ucapnya.
Baca Juga: Kelola Keuangan Daerah, Zaki Pastikan tiap Rupiah Digunakan untuk Kepentingan Rakyat
Berbagai informasi dan masukan dari para pemangku kepentingan semakin memperkaya kajian yang telah disusun oleh OJK sehingga mampu menciptakan ekosistem closed loop yang lebih feasible dan optimal.
Closed loop sendiri merupakan model kemitraan agribisnis yang menghubungkan seluruh rantai nilai dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Asosiasi Petani, Industri Jasa Keuangan (IJK), kelompok tani, dinas terkait, serta supplier dan offtaker.
Kolaborasi dua ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sektor pertanian dan perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan para petani jagung di wilayah tersebut.
Melalui diskusi ini, diharapkan terwujud sinergi yang lebih erat antara sektor keuangan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya guna menciptakan solusi pembiayaan yang tepat sasaran, meningkatkan produktivitas perkebunan, serta memperkuat daya saing Sumatera Utara sebagai pusat produksi perkebunan nasional.
(Cw2/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELGubernur Sumsel Ungkap Soal Kuota BBM Subsidi Jauh dari Usulan
Herman Saleh Harahap·13 menit yang lalu -
-
NEWS VIDEOTerkuak! Bangunan Mewah di Lapas Cibinong Ternyata Tak Berizin dan Bukan dari APBN
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi BBM DLH Tebingtinggi: Ahli Ungkap Pengawasan hingga Sistem Barcode Pertamina
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALKorban TPPO Madagaskar Harus Siapkan Biaya Pulang Sendiri
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANWakil Wali Kota Medan Hadiri Nikah Massal 23 Pasangan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Kasus Waterfront City Samosir, Ahli Uraikan Aturan PHO hingga Peran Pokja dan PPK
hendra·1 jam yang lalu -
-
SUMUTPj Sekdaprov Sumut Minta Pemda Dongkrak Produk Lokal, UMK dan Koperasi
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan