Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Muba Daerah Ketiga yang Naikkan Status Siaga Karhutla Jelang Musim Kemarau

Muba jadi daerah ketiga tetapkan siaga karhutla di Sumsel, BPBD tingkatkan patroli dan kesiapsiagaan jelang musim kemarau.

Tim Satgas saat memadamkan karhutla menggunakan helikopter waterbombing. (foto: bpbd sumsel)
Tim Satgas saat memadamkan karhutla menggunakan helikopter waterbombing. (foto: bpbd sumsel)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi menetapkan status dan lahan (karhutla) mulai, 22 April hingga 30 November 2026 untuk Kabupaten (). Muba menjadi daerah ketiga menyusul langkah (OKI) dan dalam menaikkan status serupa.

Langkah cepat ini diambil sebagai respons atas munculnya sejumlah dan kondisi cuaca yang mulai mengering menjelang puncak . Kondisi ini diprediksi akan berlangsung pada Mei mendatang.

"Sudah tiga daerah, terbaru Muba menaikkan status siaga karhutla. Sebelumnya OKI dan Ogan Ilir menaikkan status sehingga provinsi juga bisa menetapkan status siaga," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat , Sudirman, Selasa (28/4/2026).

Sudirman menjelaskan jika masing-masing daerah memiliki durasi siaga yang berbeda, di mana OKI ditetapkan pada 14 April-31 Desember, 6 April-30 November, dan 23 April-30 November.

Penetapan ini memungkinkan BPBD di tingkat daerah maupun provinsi untuk segera menggerakkan personel serta peralatan, guna melakukan langkah penanggulangan dini dan patroli rutin di wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan.

"Penetapan status siaga ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi karhutla yang kerap terjadi saat . Pemda bersama BPBD setempat mulai meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk patroli rutin di wilayah rawan karhutla," jelasnya.

Saat ini, tengah mendorong wilayah rawan lainnya untuk segera menetapkan status siaga agar koordinasi pemadaman dapat dilakukan secara masif. Selain penguatan di darat, BPBD juga tengah mengusulkan bantuan 10 helikopter untuk kebutuhan patroli udara dan operasi water bombing sebagai upaya deteksi dini serta pemadaman api di lokasi yang sulit dijangkau.

"Kita juga mendorong wilayah lain untuk menetapkan status siaga karhutla, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan," imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja dan meminta warga segera melaporkan setiap temuan asap atau api kepada petugas. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu melindungi kualitas udara dan kesehatan masyarakat dari ancaman asap yang biasanya menyertai bencana karhutla.

"Masyarakat juga diminta berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran. Langkah cepat ini diharapkan mampu meminimalisir dampak karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat," ucap dia. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru