Masipeka Rancang Penyaluran Bantuan ke Warga dari Medan ke Tapteng
Masipeka Rancang Penyaluran Bantuan ke Warga dari Medan ke Tapteng
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Komunitas Mahasiswa Pemuda Pelajar Kreatif (MASIPEKA) Tapanuli Tengah menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Kegiatan solidaritas ini sudah berlangsung sejak Rabu, 26 November 2025, dan direncanakan berlanjut hingga Selasa, 2 Desember 2025.
Aksi dilakukan di sejumlah titik keramaian di Kota Medan, termasuk kawasan persimpangan dan titik lalu lintas padat. Para tim sebagian besar mahasiswa dan pemuda asal Tapteng yang tengah menempuh studi atau bekerja di Medan menggunakan kotak donasi, spanduk, serta pengeras suara untuk mengajak warga menyumbang.
Baca Juga : Donasi dari Medan ke Tapteng: Komunitas MASIPEKA Rancang Penyaluran Bantuan Langsung ke Warga
Mereka menyebut aksi tersebut sebagai upaya darurat untuk membantu keluarga dan kampung halaman yang kini menghadapi krisis akibat bencana.
Menurut laporan lapangan yang dihimpun MASIPEKA, banjir dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir telah merusak rumah warga, memutus akses jalan, dan mengganggu jaringan komunikasi di sejumlah kecamatan. Hal ini membuat banyak warga di Medan belum dapat memastikan kondisi keluarga mereka.
Untuk memperkuat koordinasi, MASIPEKA mendirikan posko sementara di Jalan Halat, Gang Rambung Nomor 176, Kecamatan Medan Area. Posko itu menjadi pusat aktivitas relawan mulai dari pengumpulan uang dan barang bantuan, pendataan kebutuhan mendesak dari lapangan, hingga perencanaan keberangkatan tim menuju wilayah bencana. Donasi berupa pakaian, selimut, peralatan bayi, hingga obat-obatan dasar juga mulai berdatangan dari masyarakat.
Baca Juga : Evakuasi Korban dan Bantuan Logistik jadi Fokus Polda Sumut
Ketua MASIPEKA, Ardiansyah Tanjung, mengatakan bahwa aksi ini tumbuh dari kegelisahan bersama para anggota yang mengikuti perkembangan bencana dari kejauhan, sementara sebagian dari mereka belum bisa menghubungi anggota keluarga di Tapteng dan Sibolga. Menurutnya, kondisi tersebut membuat mereka merasa perlu mengambil langkah cepat.
“Kami memutuskan untuk tidak menunggu. Saat sebagian komunikasi terputus, kami tahu banyak warga di kampung membutuhkan bantuan secepatnya,” ujar Ardiansyah saat ditemui di Medan, pada Minggu (30/11/2025).
Kata Tanjung, perwakilan dari MASIPEKA akan langsung berangkat menuju lokasi bencana. Rencananya, mereka akan mendirikan posko terlebih dahulu. Sekaligus melakukan pendataan tertakit apa kebutuhan yang paling mendesak. Setelah itu, tim yang berada di Medan akan membelanjakan uang hasil donasi yang sesuai dengan hasil pendataan.
“Perwakilan kami akan berangkat ke lokasi malam ini untuk memastikan bantuan tersalurkan secara langsung dan tepat sasaran. Dan tim yang di Medan akan terus melakukan penggalangan hingga 2 Desember nanti," ujar Tanjung.
Sementara itu, hari ini Minggu sore, mereka masih mempersiapkan perlengkapan untuk kembali mengumpulkan donasi. Hingga rencana hari ini, pengumpulan donasi sudah memasuki hari yang kelima.
Sebelumnya telah diberitakan, MASIPEKA telah melakukan aksi di beberapa persimpangan lampu merah sekitar Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sabtu (29/11/2025) malam.
Mereka terlihat membawa kardus donasi bertuliskan Peduli Sesama. Sebagian lainnya memainkan gitar dan menyanyikan banyak lagu. Sementara lainnya berjalan menyusuri antrean kendaraan yang berhenti saat lampu merah. Sesekali pengendara menurunkan kaca jendela untuk memasukkan uang, sementara yang lain hanya mengangguk memberi dukungan.
Rahman Sulaiman, tersenyum ramah menghampiri para pengendara. Dia menunjukkan kertas yang berisi tentang kondisi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
“Banyak dari kami belum tahu kondisi keluarga. Sinyal putus sudah lima hari. Tapi diam saja rasanya tidak mungkin. Kalau nggak bisa bantu di kampung, setidaknya kami bisa bantu dari sini,” kata Rahman saat ditemui Nusantaraterkini.co.
Baca Juga : Bantuan Logistik BNPB ke Lokasi Terdampak Banjir di Aceh Gunakan Jalur Udara dan Laut
Rahman mengatakan, mereka tergabung dalam komunitas Mahasiswa Peduli Kampung Tapanuli Tengah atau MASIPEKA. Aksi di Jalan Gatot Subroto, berlangsung sejak pukul 19.00 WIB dan berakhir pukul 22.50 WIB.
Kemudian, aksi di lanjutkan di persimpangan lampu merah kawasan Kesawan. Mereka kembali membentangkan spanduk dan menyanyikan lagu-lagu genre reggae.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NEWS VIDEOKeracunan MBG di Muba, Gubernur Sumsel Minta Perketat Higienitas dan Jamin Pengobatan Gratis Siswa
Fadli Tara·15 menit yang lalu -
NEWSSoroti Jalan Rusak, LMND SUMUT dan EK-LMND SE-SUMUT Akan Geruduk Pemko Binjai: Desak Perbaikan Secepatnya
hendra·1 jam yang lalu -
SUMUTDiangkat jadi Kapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan Siap Pecah Bintang Dua di Tanah Deli
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIKoreksi Berlanjut, Harga Emas Merangkak Turun ke Rp2.574.000 Per Gram
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALNetty Desak Perketat Tata Kelola MBG, Prioritaskan Keamanan Pangan dan Transparansi Anggaran
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELRotasi Jabatan Polri, Brigjen Pol Rony Samtana Diangkat Kapolda Sumsel Gantikan Irjen Pol Sandi Nugroho
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALBahlil Jadi Menko Hilirisasi, Mekeng Tekankan Nilai Tambah Sektor Tambang
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALKapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Mutasi Besar-besaran: 88 Pati-Pamen Dirotasi, 19 Kapolda Berganti
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALDugaan Pungli Terkuak di Rutan Pondok Bambu, DPR Desak Kemenimipas Telusuri Aliran Uang
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan