Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Mahasiswa Tapteng Terombang-Ambing Janji Beasiswa: Katanya Cair, Lalu Dibatalkan

Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, kini dilanda kebingungan. Beasiswa yang mereka harapkan sebagai penopang

Ilustrasi beasiswa (foto: Shutterstock)
Ilustrasi beasiswa (foto: Shutterstock)
A A

nusantaraterkini.co, MEDAN – Puluhan asal (), Sumatera Utara, kini . Beasiswa yang mereka harapkan sebagai penopang biaya kuliah, tiba-tiba alur informasi.

Sebanyak 78 mengaku hanya menerima pemberitahuan sepihak lewat grup WhatsApp, yang dikelola oleh pejabat Dinas Kesejahteraan Rakyat (Kesra) .

"Kami diberitahu melalui grup WhatsApp. Adminnya itu Pak Kasubag Dinas Kesra," kata Nurul Fadillah, salah satu mahasiswa penerima, kepada Nusantaraterkini.co melalui saluran telepon, Sabtu (2/8/2025).

Kisah simpang siur itu bermula sejak Januari 2025. Nurul dan rekan-rekannya diminta menyiapkan dokumen pendukung. Namun, setelah seluruh berkas lengkap, pencairan tak kunjung tiba. Berbagai penjelasan berubah-ubah. Pada Februari, pihak Kesra menyebut dana akan cair usai pelantikan bupati. Dua bulan kemudian, muncul versi baru: pencairan akan dilakukan langsung oleh bupati.

"Tapi semua itu tak terjadi. Malah kami mendapat kabar program beasiswanya karena efisiensi," kata Nurul.

Polemik ini kemudian memicu Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Tapteng pada 14 Mei 2025. Sekretaris Daerah Tapteng, Erwin Hotmansah Harahap, hadir dan memberikan klarifikasi berbeda. Menurutnya, penghentian beasiswa hanyalah kesalahan informasi dari salah satu staf di Dinas Kesra.

Erwin beralasan bahwa proses pencairan terganjal oleh penataan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah pun, katanya, melakukan peninjauan ulang dokumen para penerima.

Namun, mahasiswa menilai pemeriksaan itu tak dilakukan menyeluruh.

“Kami, 78 orang ini, merasa tidak pernah didatangi atau diverifikasi. Tapi tiba-tiba diumumkan bahwa beasiswa hanya cair sesuai kemampuan APBD,” ujar Nurul.

Terbaru, pada 24 Juli 2025, para mahasiswa kembali melakukan audiensi dengan pejabat Pemkab Tapteng, di Kantor Bupati. Hadir dalam pertemuan itu Kabag Kesra, staf ahli, dan Kasubag terkait. Hasilnya mengejutkan: hanya 26 mahasiswa yang akan dicairkan beasiswanya. Alasannya, mereka sudah diverifikasi dan "dikunci" datanya.

Menurut keterangan pejabat, keputusan itu telah disetujui oleh bupati. Sedangkan 78 mahasiswa lainnya, nasibnya masih terkatung-katung.

"Padahal ini murni kelalaian tim verifikator yang tidak menyisir seluruh kecamatan. Alasannya macam-macam, ada yang sedang berhaji, sibuk, dan sebagainya," kata Nurul.

Kini, para mahasiswa berharap Pemkab membuka ruang keadilan atas kelalaian administratif itu. Mereka mengaku sangat menggantungkan beasiswa tersebut untuk menyambung pendidikan.

“Kami bukan menuntut hak lebih. Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan,” tutup Nurul.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Tapteng belum menanggapi upaya konfirmasi yang dilakukan Nusantaraterkini.co terkait pencabutan beasiswa terhadap 78 mahasiswa tersebut.

Pihak Bagian Kesejahteraan Rakyat yang disebut-sebut terlibat dalam proses verifikasi juga belum memberikan tanggapan saat dihubungi.

Diketahui, Pemkab Tapteng diketahui menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa dari keluarga kurang mampu setiap tahunnya.

Program ini sempat menjadi kebanggaan daerah karena dinilai mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di kalangan pelajar Tapteng.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait