Lahan Gambut jadi Kendala, Karhutla di Sumsel Kembali Berkobar di Sejumlah Titik
Karhutla di Sumsel kembali membara, puluhan hektare lahan gambut terbakar dan sulit dipadamkan
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Puluhan hektare lahan gambut di sejumlah daerah dilaporkan kembali membara.
Hal itu mengakibatkan sulitnya memadamkan api yang terus menjalar di bawah permukaan tanah (underground fire).
Meski beberapa titik kebakaran berhasil dipadamkan di bagian permukaan, tim satgas gabungan hingga kini masih melakukan penyiraman dan pendinginan ekstra.
Langkah ini diambil guna mencegah bara api tersembunyi menyala kembali akibat hembusan angin kencang.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (BPKPI) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto menyebut, struktur lahan gambut menjadi tantangan utama yang dihadapi petugas di lapangan.
"Angin kencang membuat api sangat cepat menjalar. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar serta cuaca panas dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla di Sumsel," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah. Di wilayah kerja Daops OKI, titik api tersebar di kawasan Tanjung Lubuk seluas 10 hektare dan Pedamaran seluas 4 hektare yang kini statusnya telah padam.
Namun, upaya pemadaman intensif masih berlanjut di Lebak Pancur, Kayuagung dengan estimasi luasan terbakar mencapai 8 hektare, serta di Lebung Batang, Pangkalan Lampam seluas 6 hektare.
Proses penjinakan api di kawasan tersebut terhambat oleh minimnya pasokan air dan terbatasnya akses fisik kendaraan menuju lokasi kebakaran.
"Manggala Agni bersama BPBD, RPK perusahaan, TNI, Polri, serta dukungan operasi water bombing terus melakukan pemadaman terpadu untuk memastikan tidak ada sisa bara yang kembali menyala," tegasnya.
Ancaman karhutla tidak hanya melanda Kabupaten OKI, tetapi juga merembet ke wilayah kerja Daops Lahat dan Daops Banyuasin. Di Desa Suka Jaya, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, sekitar 2,5 hektare lahan dilaporkan terbakar.
Sementara di Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir, lahan seluas 1,5 hektare sempat menyala kembali setelah sebelumnya dinyatakan terkendali.
Sinergi pemadaman darat dan udara terus dioptimalkan guna mengunci sebaran hotspot agar tidak mendekati pemukiman warga mapun jalur transportasi utama.
"Manggala Agni bersama unsur gabungan terus melakukan pemantauan dan pendinginan di sejumlah titik. Langkah ini penting untuk mengantisipasi munculnya kembali api, terutama pada lahan gambut," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOKomisi XIII DPR Desak Bangunan di Lapas Cibinong Dibongkar Jika Terbukti Tak Sesuai Aset
Fadli Tara·2 menit yang lalu -
KRIMINALDua Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dosen di Karo Ditembak Polisi: Berusaha Kabur Saat Akan Diringkus
hendra·11 menit yang lalu -
NEWS VIDEODetik-detik Polisi Ringkus 2 Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dosen di Karo
Fadli Tara·17 menit yang lalu -
SUMSELDitresnarkoba Polda Sumsel Gagalkan Peredaran 35 Kg Sabu dan Ratusan Pil Happy Five di Muba
hendra·44 menit yang lalu -
KRIMINAL3.578 Burung Liar Diselundupkan dari Kalimantan ke Madura, 2 Orang Jadi Tersangka
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALEdarkan Narkoba di Binjai, Remaja 18 Tahun Asal Padang Lawas Diringkus Polisi, 8 Paket Sabu Disita
hendra·1 jam yang lalu -
E-SportTimnas MLBB Indonesia Singkirkan Filipina dan Tembus Semifinal Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Menguat, Naik Rp15 Ribu ke Rp2.595.000 Per Gram: Buyback Ikut Melonjak
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEO10 dari 13 Bangunan di Lapas Cibinong Diduga di Luar Aset, Komisi XIII: Bongkar!
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KESEHATANWaspada Influenza A, RSU Haji Medan Pastikan Belum Ada Pasien Dirawat
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan