Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

KKM Hadir Jadi Oase UMKM di Madina, Dorong Anak Muda Berkarya dan Berwirausaha

Kampung Kaos Madina hadir menjadi penggerak UMKM di Mandailing Natal dengan memberdayakan anak muda dan mengangkat budaya lokal Mandailing.

Suasana Kampung Kaos Madina, Jum'at (17/7/2026). (Foto: istimewa)
Suasana Kampung Kaos Madina, Jum'at (17/7/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, – Di tengah terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah yang turut memengaruhi geliat perekonomian masyarakat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah () di Kabupaten (Madina) dituntut mampu bertahan di tengah berbagai tantangan.

Di saat banyak pelaku usaha menghadapi kondisi yang tidak mudah, hadir () sebagai salah satu harapan baru bagi perkembangan UMKM lokal sekaligus wadah pemberdayaan generasi muda.

Didirikan oleh putra asli Mandailing, , KKM tidak hanya bergerak di bidang konveksi, tetapi juga mengusung misi membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan berbasis kreativitas dan budaya lokal.

"Saya mendirikan Kampung Kaos Madina untuk mengajak anak-anak muda, khususnya di , agar berani berusaha di bidang tekstil, sablon, bordir, sekaligus memperkenalkan kembali melalui produk yang kami buat," ujar Sobir saat ditemui di workshop KKM di kawasan Lintas Timur, Sipolu-polu, Panyabungan.

Menurut Sobir, salah satu tantangan yang masih dihadapi di adalah banyaknya pelaku usaha yang hanya berperan sebagai agen atau perantara bagi produk dari luar daerah.

Karena itu, KKM berupaya menghadirkan yang mampu mengerjakan seluruh proses produksi secara mandiri.

"Mulai dari pembuatan desain, proses sablon, bordir hingga penjahitan semuanya kami kerjakan sendiri di . Konsumen juga bisa melihat langsung proses produksinya sehingga kualitas lebih terjamin," jelasnya.

Tak hanya memproduksi kaos bertema Mandailing, KKM juga menghadirkan berbagai produk kerajinan khas daerah sebagai bentuk pelestarian budaya.

Beragam cendera mata seperti miniatur Gordang Sambilan hingga takar, cangkir tradisional berbahan batok kelapa, menjadi bagian dari produk unggulan yang dipasarkan kepada masyarakat maupun wisatawan.

Sobir mengatakan, keberadaan KKM juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Saat ini sekitar 90 persen tenaga kerja yang terlibat merupakan putra-putri asli .

"Hampir seluruh pekerja kami berasal dari Madina, mulai dari penjahit, tenaga sablon hingga bagian produksi. Kami ingin membuktikan bahwa anak daerah mampu menghasilkan produk berkualitas," katanya.

Meski demikian, Sobir mengakui pelaku UMKM masih membutuhkan dukungan pemerintah agar mampu bertahan dan berkembang.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam mempermudah akses permodalan bagi UMKM.

"Saat ini kami masih berjuang untuk bertahan. Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan. Kalau akses bantuan modal bisa dipermudah, itu sudah menjadi dorongan besar bagi UMKM seperti kami untuk terus berkembang," pungkasnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait