KKM Hadir Jadi Oase UMKM di Madina, Dorong Anak Muda Berkarya dan Berwirausaha
Kampung Kaos Madina hadir menjadi penggerak UMKM di Mandailing Natal dengan memberdayakan anak muda dan mengangkat budaya lokal Mandailing.
Nusantaraterkini.co, MADINA – Di tengah terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah yang turut memengaruhi geliat perekonomian masyarakat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dituntut mampu bertahan di tengah berbagai tantangan.
Di saat banyak pelaku usaha menghadapi kondisi yang tidak mudah, hadir Kampung Kaos Madina (KKM) sebagai salah satu harapan baru bagi perkembangan UMKM lokal sekaligus wadah pemberdayaan generasi muda.
Didirikan oleh putra asli Mandailing, Sobir Lubis, KKM tidak hanya bergerak di bidang konveksi, tetapi juga mengusung misi membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan berbasis kreativitas dan budaya lokal.
"Saya mendirikan Kampung Kaos Madina untuk mengajak anak-anak muda, khususnya di Panyabungan, agar berani berusaha di bidang tekstil, sablon, bordir, sekaligus memperkenalkan kembali budaya Mandailing melalui produk yang kami buat," ujar Sobir saat ditemui di workshop KKM di kawasan Lintas Timur, Sipolu-polu, Panyabungan.
Menurut Sobir, salah satu tantangan yang masih dihadapi UMKM di Madina adalah banyaknya pelaku usaha yang hanya berperan sebagai agen atau perantara bagi produk dari luar daerah.
Karena itu, KKM berupaya menghadirkan industri kreatif yang mampu mengerjakan seluruh proses produksi secara mandiri.
"Mulai dari pembuatan desain, proses sablon, bordir hingga penjahitan semuanya kami kerjakan sendiri di KKM. Konsumen juga bisa melihat langsung proses produksinya sehingga kualitas lebih terjamin," jelasnya.
Tak hanya memproduksi kaos bertema Mandailing, KKM juga menghadirkan berbagai produk kerajinan khas daerah sebagai bentuk pelestarian budaya.
Beragam cendera mata seperti miniatur Gordang Sambilan hingga takar, cangkir tradisional berbahan batok kelapa, menjadi bagian dari produk unggulan yang dipasarkan kepada masyarakat maupun wisatawan.
Sobir mengatakan, keberadaan KKM juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Saat ini sekitar 90 persen tenaga kerja yang terlibat merupakan putra-putri asli Mandailing Natal.
"Hampir seluruh pekerja kami berasal dari Madina, mulai dari penjahit, tenaga sablon hingga bagian produksi. Kami ingin membuktikan bahwa anak daerah mampu menghasilkan produk berkualitas," katanya.
Meski demikian, Sobir mengakui pelaku UMKM masih membutuhkan dukungan pemerintah agar mampu bertahan dan berkembang.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam mempermudah akses permodalan bagi UMKM.
"Saat ini kami masih berjuang untuk bertahan. Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan. Kalau akses bantuan modal bisa dipermudah, itu sudah menjadi dorongan besar bagi UMKM seperti kami untuk terus berkembang," pungkasnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·2 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALTerbongkar! 101 Burung Langka Disimpan di Rumah Medan Deli, 11 Ditemukan Mati: Pemilik Diburu
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSUsai Sidak Ombudsman, Miras hingga Alat Fitness di Lapas Cibinong Menghilang, Kemenimipas Turun Tangan Selidiki
hendra·6 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Indonesia Vs Malaysia, John Herdman Ungkap Kondisi 3 Pemain Kunci
hendra·6 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan