Kisah Sukses Xinglong, dari Tradisi Kopi Mentega hingga Pusat Industri Kopi Internasional di Hainan
Kota tropis Xinglong di Hainan sukses kembangkan industri kopi lokal, padukan tradisi dan pasar global
Nusantaraterkini.co, HAIKOU - Di jantung taman budaya kopi Xinglong, aroma biji kopi yang sedang disangrai memenuhi udara saat barista, Liang Dongru berdiri di depan mesin sangrainya, matanya terfokus dan gerakannya stabil.
"Kuncinya adalah panas rendah dan pemanggangan secara perlahan," katanya.
"Dalam prosesnya, kami menambahkan mentega, gula putih, dan sedikit garam, yang membuat rasa kopi menjadi lebih lembut, kaya, dan halus," sambungnya.
Xinglong, yang dikenal sebagai Zona Ekonomi Pariwisata Tionghoa, terletak di Hainan, provinsi kepulauan paling selatan di Tiongkok.
Di bawah yurisdiksi Kota Wanning, zona ini telah menjadi tempat menetap bagi generasi warga Tionghoa perantauan yang kembali dan keluarga mereka sejak tahun 1950-an.
Para warga yang kembali tersebut membawa pulang tanaman kopi sekaligus pengetahuan tentang penyangraian, yang sejak saat itu mendorong budi daya dan pengolahan kopi di Xinglong.
Dibuat dari biji Robusta yang ditanam secara lokal dan disangrai dengan mentega, gula, serta sejumput garam, kopi Xinglong menawarkan cita rasa klasik yang kuat sekaligus aromatik.
"Sungguh menakjubkan bahwa konsumsi kopi tahunan per kapita masyarakat lokal Xinglong telah melampaui 200 cangkir, sementara rata-rata nasional hanya sedikit di atas 20 cangkir," kata Ye Jian, kepala Asosiasi Industri Kopi Xinglong sekaligus manajer umum CP (Hainan) Xinglong Coffee Industrial Development Co., Ltd.
Kopi, minuman yang tidak lazim bagi sebagian besar masyarakat Tiongkok sebelum negara tersebut membuka diri hampir lima dekade lalu, semakin populer sejak saat itu, dengan Nestle, salah satu perusahaan kopi terbesar di dunia, memperkenalkan kopi instan pada tahun 1980-an.
Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, jaringan kedai kopi internasional seperti Starbucks dan Costa Coffee memasuki pasar Tiongkok, memperkenalkan gelombang baru budaya kopi.
Skala industri kopi negara tersebut mencapai 354,9 miliar yuan (1 yuan = Rp2.614) pada 2025, naik 13,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan konsumsi tahunan per kapita meningkat menjadi 28,57 cangkir, menurut sejumlah laporan industri.
Sebagai daerah inti penghasil kopi Robusta di Tiongkok, Wanning dalam beberapa tahun terakhir telah membangun rantai industri kopi yang komprehensif, yang mengintegrasikan budi daya, pengolahan, perdagangan elektronik (e-commerce), budaya lokal, dan pariwisata.
Sebagai hasilnya, kopi Xinglong telah menjadi lebih dari sekadar minuman, kini kopi tersebut merupakan simbol budaya Hainan.
Sejak 2021, Wanning membina program "Barista Xinglong," dengan semakin banyak anak muda yang menekuni pembuatan kopi sebagai karier. Hingga Juli tahun ini, kota tersebut telah melatih 2.476 tenaga profesional untuk industri kopi.
Sejumlah besar pelaku industri dari negara-negara mitra Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative) Tiongkok juga telah datang ke kota tropis tersebut untuk mempelajari teknik pembibitan dan budi daya tanaman seperti kopi, lada dan kakao.
Desember lalu, sebuah pusat perdagangan dan operasional kopi internasional diresmikan di Xinglong, dengan memanfaatkan kebijakan pembebasan tarif dari Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan.
"Kopi Xinglong terus menarik perhatian dari seluruh dunia," kata Ye.
"Dengan lebih banyak mitra, kami akan memajukan kerja sama internasional dalam perdagangan biji kopi dan pertukaran budaya kopi," tambahnya.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANWakil Wali Kota Medan Apresiasi Pembukaan Restoran Oedoek Seroe
Herman Saleh Harahap·14 menit yang lalu -
-
E-SportONIC Tumbangkan NAVI 2-1 di Laga Penutup MPL ID Season 18 Week 7
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTHinca Panjaitan Minta Polisi Usut Kematian Lembu di Simalungun
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELKabut Asap Ganggu 31 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
PENDIDIKAN"Spark Go To Campus", Rico Waas Tekankan Edukasi Kesehatan Reproduksi
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMUTSMSI Madina Desak APH Tangkap Pemilik Ekskavator PETI Jambur Tarutung
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Ringkus 44 Tersangka Kasus Curas dan Curat
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan