Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kisah UD IDA dalam Mempertahankan Kualitas Kopi Sidikalang di Tengah Perubahan Pasar

Meskipun kopi Sidikalang memiliki banyak peminat, Mandala mengakui penjualan justru mengalami penurunan saat harga kopi di pasar global meningkat

Kopi IDA yang telah berproduksi sejak 1964. (Foto: istimewa)
Kopi IDA yang telah berproduksi sejak 1964. (Foto: istimewa)
A A

, SIDIKALANG - , yang telah beroperasi sejak tahun 1964, terus menunjukkan eksistensinya di pasar kopi Indonesia.

Dirintis oleh E Aritonang dan kini dikelola oleh anaknya, Mandala Aritonang, usaha ini telah menjalin kerjasama yang erat dengan para petani kopi di daerah Parongil, Pardomuan, Parbuluan, dan Sidikalang untuk menghadirkan produk kopi berkualitas tinggi.

Mandala Aritonang menjelaskan, pihaknya memproduksi kopi sendiri dengan memilih bahan baku langsung dari para petani.

"Ini penting untuk memastikan bahwa setiap cangkir kopi yang sampai ke tangan konsumen memiliki aroma khas yang dihasilkan dari proses yang teliti," katanya.

Dalam proses pemilihan, hanya menggunakan biji kopi terbaik yang sudah terjamin kualitasnya. Saat ini, UD. IDA menawarkan beberapa pilihan kemasan kopi bubuk, yaitu 250 gram seharga Rp40.000, 500 gram seharga Rp85.000, dan 1 kilogram seharga Rp150.000.

Meskipun memiliki banyak peminat, Mandala mengakui bahwa penjualan justru mengalami penurunan saat kopi di pasar global meningkat.

"Ketika kopi mahal, omzet penjualan kami menurun. Namun, kami berusaha untuk mempertahankan kualitas produk kami agar tetap menjadi pilihan utama bagi konsumen," tambahnya.

Dalam wawancara terpisah dengan pemilik salah satu kedai kopi yang menggunakan produk UD. IDA, Basar (47) menyatakan bahwa kopi dari Sidikalang sangat berkontribusi terhadap peningkatan penghasilan kedai mereka. 

"Kopi yang kami sajikan tidak hanya nikmat, tetapi juga memiliki aroma yang khas. Hal ini menarik banyak pelanggan dan membuat kedai kami semakin ramai," ungkapnya. 

Selain itu, Mandala mengungkapkan bahwa UD IDA juga bekerja sama dengan kedai dan kafe di sekitar untuk memasok kopi yang mereka jual. 

"Kedai-kedai di sini juga menggunakan kopi yang kami buatkan," ungkap Mandala.

Sejak tahun 2012, perusahaan ini mulai melakukan ekspor ke kota-kota lain dan bahkan menyediakan kopi sebagai oleh-oleh yang dikirim ke luar negeri.

Dengan pendekatan yang berfokus pada kualitas dan kerja sama dengan petani lokal, UD. IDA tidak hanya berkomitmen untuk menghadirkan kopi yang nikmat, tetapi juga berupaya mendukung perekonomian petani kopi di daerah tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan akibat fluktuasi harga, komitmen untuk menjaga kualitas tetap menjadi prioritas utama.

Dengan dukungan dari para kedai kopi dan peningkatan minat terhadap , UD. IDA optimis bahwa pasar kopi lokal akan terus berkembang. Strategi pemasaran yang inovatif dan kerja sama yang erat dengan komunitas akan membantu memperkuat posisi mereka dalam industri kopi.

"Kami percaya bahwa dengan terus menjaga kualitas dan membangun hubungan baik dengan mitra kami, kopi Sidikalang akan terus menjadi pilihan utama bagi konsumen, baik di dalam maupun luar negeri," harap Mandala Aritonang.

(cw9/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru