Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Karyawan Padel Disekap dan Dianiaya karena Dituduh Curi Raket, Empat Pelaku Ditahan Polisi

Karyawan padel di Jakarta Selatan diduga disekap dan dianiaya karena dituduh mencuri raket. Empat tersangka telah ditahan polisi.

Ilustrasi tangan diborgol. (Foto: istimewa)
Ilustrasi tangan diborgol. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kepolisian Resor Metro menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan dan terhadap seorang karyawan lapangan padel berinisial AL. Korban diduga mengalami kekerasan setelah dituduh mencuri raket di tempatnya bekerja.

Kasi Humas , AKP Joko Adi, menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari laporan keluarga korban yang khawatir karena AL tidak kunjung pulang selama dua hari usai dijemput dari rumah.

"Setelah menerima laporan tersebut, tim Resmob Polres Metro Jakarta Selatan langsung bergerak melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan para pelaku. Berdasarkan hasil penyidikan, menetapkan empat tersangka berinisial ASB, RRK, AH, dan DW. Seluruhnya kini telah ditahan," ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Laporan dibuat oleh ibu korban berinisial M pada Rabu (24/6/2026). Menurutnya, AL dijemput pada Senin (22/6/2026), namun tidak kembali ke rumah. Korban sempat menghubungi keluarga melalui telepon sehingga membuat pihak keluarga semakin khawatir dan akhirnya melapor ke polisi.

"Keempat tersangka dijerat dengan pasal terkait dugaan perampasan kemerdekaan seseorang, , serta tindak kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama," paparnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, AL diketahui baru sekitar dua bulan bekerja di lapangan padel tersebut. Polisi juga mengungkapkan korban dan para tersangka saling mengenal karena bekerja di lokasi yang sama. Dugaan sementara, aksi dipicu tuduhan bahwa korban mengambil barang milik tempat kerjanya.

"Kasus ini sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. Keluarga korban mengaku sempat diminta mengganti kerugian sebesar Rp50 juta. Karena tidak mampu memenuhi permintaan tersebut, dua unit motor listrik dan sebuah telepon genggam milik keluarga disebut turut dirampas," pungkasnya.

Selama kurang lebih dua hari diduga disekap, korban mengalami penganiayaan. Saat berhasil melakukan panggilan video dengan keluarganya, kondisi AL terlihat memprihatinkan dengan wajah lebam, mata membiru, gigi patah, serta luka di bagian kaki. Polisi masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh fakta yang terjadi.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait