Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Karhutla Sumsel Melonjak Jadi 1.926 Hektare, Muba dan Ogan Ilir Terluas

Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan melonjak tajam. Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, luasan lahan

Kejadian Karhutla di lahan gambut di wilayah Karya Jaya, Kertapati, Palembang, Selasa (11/8/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kejadian Karhutla di lahan gambut di wilayah Karya Jaya, Kertapati, Palembang, Selasa (11/8/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Kasus () di wilayah melonjak tajam. Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, luasan lahan yang terbakar tercatat telah menembus angka 1.926,2 hektare.

Angka ini melesat signifikan sebesar 543,8 hektare jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu. Lonjakan luasan karhutla tersebut menempatkan () dan sebagai dua wilayah dengan dampak kebakaran terluas.

Kepala Balai Pengendalian Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa data rekapitulasi sementara ini diperoleh berbasis analisis citra satelit Kementerian Kehutanan bersama BRIN.

"Berdasarkan rekapitulasi sementara, menjadi daerah dengan luas terbesar, yakni mencapai 228 hektare. Disusul seluas 272,5 hektare dan Ogan Komering Ilir seluas 230,3 hektare," kata Ferdian Krisnanto, Kamis (13/8/2026).

Dari pemetaan satelit, sebaran karhutla di Sumsel tidak hanya melahap kawasan ekosistem gambut, tetapi juga mengusik berbagai daerah berkarakteristik tanah mineral.

Musim kemarau yang cenderung lebih kering tahun ini ditengarai menjadi pemicu utama cepatnya perambatan api di lapangan.

Ia menegaskan jika lonjakan luasan ini harus menjadi alarm kewaspadaan bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam memperketat pencegahan sebelum memasuki puncak kemarau.

"Data luas karhutla yang dirilis tersebut masih berupa rekapitulasi sementara sehingga angka yang tercatat masih berpotensi mengalami perubahan seiring dengan pembaruan hasil analisis citra satelit," tegas dia. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait