Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Kabut Asap Karhutla Ganggu 2.458 Penerbangan, Kemenhub Catat Ribuan Delay hingga Pembatalan

Kabut asap karhutla mengganggu 2.458 penerbangan domestik hingga 17 Oktober 2026. Kemenhub mencatat delay, pembatalan, dan pengalihan rute.

Sebanyak 28 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dibatalkan akibat terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau, Senin (7/9/2026). (Foto: istimewa)
Sebanyak 28 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dibatalkan akibat terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau, Senin (7/9/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan. Kementerian Perhubungan () mencatat sebanyak 2.458 penerbangan berjadwal domestik terdampak selama periode 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026.

Gangguan tersebut terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera bagian utara, Sulawesi, dan Maluku. Kabut asap yang mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara membuat sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan, pembatalan, hingga pengalihan rute.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara , Norma Rudiyanti, menyampaikan bahwa jumlah penerbangan terdampak terus bertambah.

Berdasarkan data per 17 Oktober 2026, angka tersebut meningkat 437 penerbangan dibandingkan catatan pada 13 Oktober 2026 yang mencapai 2.021 penerbangan.

“Penyelenggara bandar udara juga diminta mengoptimalkan pelayanan penumpang di terminal, termasuk informasi penerbangan dan penyediaan masker,” kata Norma dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Ribuan Penerbangan Mengalami Keterlambatan dan Pembatalan

Dari total 2.458 penerbangan domestik yang terdampak, sebanyak 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan atau delay. Sementara itu, 1.324 penerbangan dibatalkan atau ditunda.

Selain itu, terdapat 22 penerbangan yang dialihkan ke bandar udara lain, enam penerbangan kembali ke bandara asal atau return to base, serta 26 penerbangan yang jadwal keberangkatannya dimajukan.

Gangguan juga merambah penerbangan internasional. Kemenhub mencatat 14 penerbangan internasional dibatalkan akibat kabut asap.

Sebanyak 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang pergi pada 12–23 September 2026 dibatalkan karena asap di Bandar Udara Supadio. Adapun dua penerbangan rute Singapura–Palembang pulang pergi pada 15 Oktober 2026 dibatalkan akibat kondisi serupa di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Pada layanan penerbangan perintis, sebanyak 22 penerbangan, termasuk dua penerbangan kargo, juga dibatalkan pada 16 Oktober 2026.

Pembatalan tersebut meliputi enam penerbangan di wilayah koordinasi Singkep, empat penerbangan di Kuala Pembuang, enam penerbangan di Tanah Merah, serta enam penerbangan di Gorontalo.

Kabut Asap Meluas ke Sejumlah Bandar Udara

Kemenhub menyebut dampak kabut asap selama 13–17 Oktober 2026 menjangkau berbagai bandar udara di Sulawesi, Maluku, Papua, Kalimantan, dan sejumlah wilayah Sumatera.

Di Sulawesi Tengah, gangguan dilaporkan terjadi di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Maleo di Morowali, Syukuran Aminuddin Amir di Luwuk, serta Sultan Bantilan di Tolitoli.

Di Sulawesi Tenggara, sejumlah bandar udara yang terdampak meliputi Sangia Nibandera di Kolaka dan Betoambari di Baubau.

Sementara itu, di Maluku dan Maluku Utara, dampak asap menjangkau Bandar Udara Pattimura di Ambon, Karel Sadsuitubun di Langgur, Sultan Babullah di Ternate, serta Oesman Sadik di Labuha.

Di wilayah Sumatera, gangguan turut dilaporkan di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Japura di Rengat, Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Sultan Thaha di Jambi, Dr. Ferdinand Lumban Tobing di Sibolga, serta Malikussaleh di Lhokseumawe.

Meluasnya dampak tersebut menunjukkan bahwa kabut asap karhutla tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di darat, tetapi juga memengaruhi kelancaran transportasi udara di berbagai daerah.

Kemenhub Perketat Langkah Mitigasi Penerbangan

Untuk mengantisipasi risiko operasional, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meminta pengelola bandar udara di wilayah terdampak meningkatkan langkah mitigasi bersama AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Langkah yang disiapkan mencakup penerapan prosedur operasi saat jarak pandang rendah atau Low Visibility Procedures (LVP), penerbitan pemberitahuan kepada penerbang melalui NOTAM, serta peningkatan kesiagaan operasional di sisi udara.

Pengelola bandara juga diminta memastikan pelayanan penumpang berjalan optimal, termasuk menyediakan informasi terkini mengenai jadwal penerbangan dan masker bagi pengguna jasa yang membutuhkan.

Kemenhub menegaskan bahwa keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan.

Kabut asap yang mengurangi jarak pandang dapat memicu keterlambatan, penundaan, maupun pembatalan penerbangan. Karena itu, keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan sementara operasional harus disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan dan prosedur keselamatan yang berlaku.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru