Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Jokowi Singgung Hilirisasi Pertanian: Beratus Tahun Ekspor Mentahan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung soal hilirisasi dan industrialisasi hasil pertanian Indonesia, termasuk kopi

Presiden Jokowi ingin ekspor pertanian Indonesia tidak lagi produk mentah mentah, tapi fokus pada produk hilirisasi, termasuk kopi. (Foto: Anadolu Agency/Junaidi Hanafiah)
Presiden Jokowi ingin ekspor pertanian Indonesia tidak lagi produk mentah mentah, tapi fokus pada produk hilirisasi, termasuk kopi. (Foto: Anadolu Agency/Junaidi Hanafiah)
A A

Nusantaraterkini.co - Presiden Joko Widodo () kembali menyinggung soal hilirisasi dan industrialisasi hasil pertanian Indonesia, termasuk .

Ia menginginkan agar aktivitas ekspor di Indonesia tidak lagi fokus pada barang mentah.

Hal itu Jokowi sampaikan usai melakukan panen kopi bersama para petani di Desa Kembahang, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, Lampung, Jumat (12/7).

"Harusnya semuanya (produk siap ekspor), tidak dalam bentuk mentahan-mentahan yang sudah berpuluh tahun, beratus tahun kita lakukan ekspor dalam bentuk mentahan, harus dihilirisasi," kata Jokowi dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (12/7).

Jokowi juga menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas kopi, yang luas lahan perkebunannya mencapai 1,2 juta hektare di seluruh Indonesia.

Sebab meskipun harga kopi fluktuatif, tetapi secara tahunan harga kopi menurutnya cenderung mengalami kenaikan dan permintaan ekspor juga terus meningkat.

Oleh sebab itu, ia meminta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar memberi perhatian pada komoditas kopi.

"Inilah yang tadi saya sampaikan ke Menteri Pertanian agar memberi perhatian kepada kopi. Yang paling penting adalah produktivitas per hektarenya harus naik," katanya.

Jokowi lantas menyoroti produktivitas yang masih di level di 1-2 ton per hektare. Padahal menurutnya, produktivitas kopi harusnya bisa mencapai 8-9 ton per hektare.

Ia menyebut ada sejumlah faktor yang membuat produktivitas itu terhambat, mulai dari peralatan yang kurang baik, penyediaan pupuk yang kurang, hingga jarak tanam yang kurang rapat.

"Kalau produktivitas per hektare naik, kesejahteraan petani kopi akan menjadi lebih baik," ujar Jokowi.

(mft/nusantaratekrini.co)

Sumber: CNN Indonesia

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru