Jaga Stabilitas Papua Pegunungan, Elius Pase Ingatkan Hindari Lobi Politik dalam Seleksi Sekda
Elius Pase ingatkan hindari lobi politik dalam seleksi Sekda Papua Pegunungan demi menjaga transparansi dan mencegah konflik sosial.
Nusantaraterkini.co, PAPUA – Aktivis sosial sekaligus tokoh muda Papua, Elius Pase, mengimbau seluruh pihak di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk menjaga kondusivitas selama proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) yang tengah berlangsung.
Elius menegaskan, tahapan seleksi Sekda saat ini telah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Karena itu, ia meminta semua pihak menghormati proses tersebut dan memberikan kepercayaan penuh kepada panitia seleksi agar dapat bekerja secara profesional, independen, dan transparan.
Menurutnya, berbagai upaya pendekatan atau lobi kepada Menteri Dalam Negeri sebelum hasil resmi diumumkan justru berpotensi mencederai integritas proses seleksi. Hal itu juga dinilai dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem yang sedang berjalan.
“Sebagai pejabat publik, sudah seharusnya menjaga komunikasi yang sehat dan menghormati setiap tahapan yang sedang berlangsung,” ujar Elius kepada awak media, Selasa (17/3/2026).
Lebih lanjut, Elius mengingatkan agar ambisi dalam meraih jabatan strategis tidak sampai mengorbankan kepentingan masyarakat luas, terutama masyarakat asli Papua di wilayah Papua Pegunungan.
Ia juga menyoroti persoalan anggota DPRK jalur Otonomi Khusus (Otsus) yang hingga kini di beberapa kabupaten belum dilantik. Menurutnya, isu tersebut tidak boleh dijadikan alat dalam dinamika perebutan jabatan Sekda.
“Masih ada persoalan penting seperti pelantikan anggota DPRK di sejumlah daerah. Itu seharusnya menjadi perhatian bersama, bukan dijadikan komoditas politik,” tegasnya.
Elius menilai, sikap arogan serta manuver politik yang berlebihan dapat memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tetap menjaga stabilitas daerah.
Ia juga berharap Menteri Dalam Negeri tidak merespons berbagai upaya lobi yang dilakukan sebelum proses seleksi selesai secara resmi. Dengan begitu, hasil seleksi nantinya benar-benar mencerminkan prinsip keadilan, keterbukaan, dan akuntabilitas.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan