IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% di Tengah Lesunya Aktivitas Transaksi
IHSG turun 2,42% dalam sepekan, diiringi pelemahan transaksi dan aksi jual asing. BEI dan OJK dorong investasi lewat program PINTAR Reksa Dana.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kinerja pasar saham Indonesia melemah sepanjang pekan terakhir April 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 2,42 persen dalam periode perdagangan 27–30 April 2026, menandakan tekanan yang masih membayangi pasar.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ditutup di level 6.956,804, turun dari posisi 7.129,490 pada pekan sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya sejumlah indikator perdagangan.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa kapitalisasi pasar juga ikut tergerus 2,78 persen menjadi Rp12.382 triliun dari Rp12.736 triliun pada pekan sebelumnya.
Dari sisi likuiditas, aktivitas transaksi mengalami perlambatan. Rata-rata nilai transaksi harian turun 6,81 persen menjadi Rp18,27 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi harian merosot cukup dalam, yakni 15,02 persen menjadi 2,34 juta kali transaksi.
Tidak hanya itu, rata-rata volume transaksi harian juga mengalami kontraksi signifikan sebesar 17,32 persen menjadi 37,11 miliar lembar saham, dibandingkan 44,88 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Tekanan pasar turut diperparah oleh aksi jual investor asing. Pada perdagangan Kamis (30/4/2026), tercatat nilai jual bersih asing mencapai Rp1,486 triliun. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih asing telah menyentuh Rp49,874 triliun.
Di tengah pelemahan pasar, upaya memperkuat basis investor domestik terus dilakukan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) pada Senin (27/4/2026).
Peluncuran program ini melibatkan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurut BEI, inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di pasar modal, khususnya melalui instrumen reksa dana yang dinilai lebih ramah bagi investor pemula.
Program tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Pekan Reksa Dana 2026 yang digelar oleh Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia. Dengan dukungan puluhan manajer investasi dan agen penjual, program ini diharapkan mampu mendorong kebiasaan investasi rutin yang lebih sehat dan berkelanjutan di masyarakat.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIKasus Peretasan US$351,6 juta di Bitget, Pengamat Kripto: Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital
Rozie Winata·16 menit yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp15 Ribu Menjadi Rp2.590.000 Per Gram, Cek Lengkapnya
Rozie Winata·29 menit yang lalu -
NEWSBP BUMN Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Jurnalis dan ABK Arupadatu I
Herman Saleh Harahap·33 menit yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Dorong KAI Tambah Armada KRL Jabodetabek
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELTNI dan Pemko Palembang Gelar Gotong Royong Bersihkan Aliran Sungai Sekanak
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEODasco Minta Komisi III Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
-
NEWSPolri Perkuat Tata Kelola Institusi Lewat Buku Police Governance
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMSELAtasi Kemacetan, Pemko Palembang Bakal Tertibkan Pasar Tradisional
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PERISTIWAKebakaran di Padangsidimpuan Hanguskan 9 Rumah, 1 Meninggal Dunia
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan