IHSG Tertekan ke 7.585, Asing Net Sell Rp307 Miliar — Simak Rekomendasi Saham TPIA hingga MEDC Hari Ini
IHSG ditutup melemah ke 7.585 di tengah tekanan global dan aksi jual asing. Simak rekomendasi saham hari ini dari TPIA, DSNG, MYOR hingga MEDC.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada akhir perdagangan Jumat (6/3). Indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut ditutup turun 1,62% ke level 7.585,69 seiring tekanan yang terjadi di hampir seluruh sektor saham.
Meski indeks melemah, beberapa saham berkapitalisasi besar masih mampu mencatatkan penguatan dan menjadi penopang pergerakan pasar. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melesat 17,67%, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang naik 5,82%, serta PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang menguat 1,94%.
Sebaliknya, tekanan terhadap indeks datang dari saham perbankan dan sektor energi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 2,13%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 2,83%, sementara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah 4,67%.
Aksi Jual Asing dan Sentimen Global Tekan Pasar
Data perdagangan menunjukkan investor asing masih melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp307,56 miliar di pasar reguler, dan mencapai Rp261,13 miliar di seluruh pasar.
Tekanan juga terlihat secara sektoral. Seluruh 11 sektor di Bursa Efek Indonesia berakhir di zona negatif, dengan sektor industri mencatatkan pelemahan paling dalam sebesar 3,37%.
Sentimen global turut memperburuk kondisi pasar domestik. Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah dengan Dow Jones Industrial Average turun 0,95% ke 47.501, S&P 500 terkoreksi 1,33% ke 6.740, dan Nasdaq Composite melemah 1,59% ke 22.387.
Pelaku pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Presiden Donald Trump bahkan menyatakan konflik tidak akan berakhir kecuali Iran menyerah tanpa syarat. Situasi ini membuat investor global cenderung bersikap lebih berhati-hati.
Dampaknya juga terlihat pada ETF iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) yang turun 2,70%, sementara indeks MSCI Indonesia Index terkoreksi 1,28%.
Laba Petrosea Melonjak Tiga Kali Lipat
Di sisi kinerja emiten, PT Petrosea Tbk (PTRO) melaporkan lonjakan laba bersih signifikan sepanjang 2025.
Perusahaan membukukan laba bersih US$35 juta, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan US$9,95 juta pada tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga naik menjadi US$28,81 juta, dari US$9,70 juta pada 2024.
Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 28,32% secara tahunan menjadi US$886,46 juta, dari sebelumnya US$690,81 juta.
Kontribusi terbesar berasal dari segmen jasa penambangan dengan pendapatan US$389,25 juta, diikuti segmen konstruksi dan rekayasa yang mencatatkan pendapatan US$379,74 juta.
Kenaikan laba yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan juga dipengaruhi oleh penurunan beban administrasi dan keuangan menjadi US$72,95 juta, dari sebelumnya US$82,42 juta.
Namun demikian, perusahaan masih mencatatkan kenaikan beban usaha langsung menjadi US$774,23 juta, dibandingkan US$600,52 juta pada tahun sebelumnya.
Bakrie & Brothers Siapkan Rights Issue
Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menggelar aksi korporasi melalui rights issue dengan menerbitkan sekitar 86,7 miliar saham baru seri E.
Langkah ini merupakan bagian dari total 90 miliar saham yang telah mendapatkan persetujuan dalam RUPSLB pada 27 Februari 2026. Rights issue akan dilakukan dengan rasio 2:1.
Sebagian besar dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk melunasi kewajiban perusahaan.
Sekitar Rp4,36 triliun akan disalurkan melalui anak usaha Bakrie Toll Indonesia untuk melunasi kewajiban kepada Hartman International sebesar Rp3,66 triliun serta kepada **Bank National Nobu sebesar Rp700 miliar.
Selain itu, Rp1,09 triliun dialokasikan untuk pelunasan kewajiban kepada Bank Mayapada International Tbk.
Perusahaan juga akan menyalurkan Rp300 miliar sebagai pinjaman kepada Cimanggis Cibitung Tollways untuk pembangunan rest area. Sisa dana lainnya akan digunakan sebagai modal kerja.
Rights issue tersebut dijadwalkan efektif pada 8 Mei 2026, dengan periode perdagangan HMETD berlangsung pada 26 Mei hingga 4 Juni 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Mega Capital Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini:
TPIA – Buy 6250–6300 | TP 6525–6700 | SL 5900
WIIM – Buy 1950–1960 | TP 2000–2050 | SL 1810
DSNG – Buy 1390–1400 | TP 1430–1460 | SL 1310
MYOR – Buy 1995–2005 | TP 2040–2100 | SL 1900
MEDC – Buy 1780–1785 | TP 1830–1880 | SL 1675
Investor disarankan tetap mencermati dinamika global dan arus dana asing yang masih menjadi faktor utama penggerak pasar saham domestik.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPolda Sumsel Salurkan 4.000 Liter Air Bersih di Sekayu
Herman Saleh Harahap·31 menit yang lalu -
SUMATERA TERKINIPerbaikan Jalan Suka Makmur–Alue Ie Itam Mulai Dikerjakan
Herman Saleh Harahap·39 menit yang lalu -
KOTA MEDANAtasi Banjir Cinta Damai, Pemko Medan Bangun Drainase
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
-
-
EKONOMIHarga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Airlangga Pastikan APBN 2026 Masih Aman
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSKorban TPPO, Julianto Cari Bantuan Agar Adik Dipulangkan dari Madagaskar
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANPBB dan BINUS Edukasi Mahasiswa Lewat Pameran Perbudakan Kolonial
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Kasus Proyek Tuhan Yesus di Salib Kasih Tarutung, Hakim Dalami Kontrak hingga Perizinan
hendra·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan