Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Diproyeksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG diproyeksikan kembali menguat. Simak rekomendasi saham AKRA, ESSA, MEDC, dan strategi untuk DEWA menurut analisis MNC Sekuritas.

BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan () diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (9/7/2026), meski pada sesi sebelumnya ditutup melemah 1,89 persen ke level 5.873.

Berdasarkan , IHSG saat ini diperkirakan sedang bergerak dalam fase wave b dari wave (b) pada skenario utama. Kondisi tersebut membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek.

Analis memperkirakan berpotensi menguji area 6.083 hingga 6.203. Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi koreksi ke kisaran 5.752 sampai 5.840.

Adapun level support IHSG berada di area 5.486 dan 5.317, sementara resistance diperkirakan berada pada level 6.007 dan 6.286.

Seiring proyeksi tersebut, MNC Sekuritas turut membagikan sejumlah yang dinilai menarik untuk dicermati investor.

direkomendasikan Trading Buy setelah naik 1,93 persen ke level Rp1.320 dengan dukungan peningkatan volume pembelian. Saham ini dinilai berpeluang melanjutkan penguatan.

Area beli berada di kisaran Rp1.305-Rp1.315 dengan target harga Rp1.355 hingga Rp1.375. Sementara batas stop loss berada di bawah Rp1.280.

Sementara itu, mendapat rekomendasi Trading Buy. Meski terkoreksi 0,92 persen ke Rp540 dan masih bergerak dalam fase sideways, saham ini diperkirakan tengah memasuki fase penguatan berikutnya.

Investor dapat mempertimbangkan akumulasi pada kisaran Rp525-Rp535 dengan target Rp570 hingga Rp590 serta stop loss di bawah Rp505.

Untuk , MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Buy on Weakness. Saham ini menguat 4 persen ke Rp1.170 dengan peningkatan volume transaksi yang mencerminkan minat beli investor.

Area pembelian disarankan pada kisaran Rp1.120-Rp1.155 dengan target harga Rp1.210 hingga Rp1.285. Adapun batas pengamanan risiko berada di bawah Rp1.090.

Berbeda dengan ketiga saham tersebut, justru direkomendasikan Sell on Strength. Setelah turun 3,87 persen ke level Rp298, saham ini dinilai masih berada dalam tren pelemahan sehingga berpotensi melanjutkan koreksi menuju area Rp198 hingga Rp224.

Investor disarankan memanfaatkan penguatan terbatas di kisaran Rp302-Rp310 untuk melakukan aksi jual.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait