Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Hutama Karya Galakkan Kampanye SETUJU: Imbau Pengguna Tol Waspada Microsleep dan Patuhi Aturan

Hutama Karya imbau pengguna tol cegah microsleep dan patuhi aturan demi keselamatan lewat kampanye SETUJU

PT Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapan fisik, kondisi kendaraan, serta kepatuhan terhadap aturan berkendara di jalan tol melalui Kampanye SETUJU. (Foto: dok istimewa)
PT Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapan fisik, kondisi kendaraan, serta kepatuhan terhadap aturan berkendara di jalan tol melalui Kampanye SETUJU. (Foto: dok istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Seiring dengan semakin panjangnya ruas yang dikelola setiap tahunnya, PT (Persero) (Hutama Karya) mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapan fisik, kondisi kendaraan, serta kepatuhan terhadap aturan berkendara di jalan tol.

Imbauan keselamatan ini sejalan dengan kampanye SETUJU (Selamat Sampai Tujuan) yang dipelopori oleh Hutama Karya sebagai upaya membangun budaya berkendara yang aman, tertib dan bertanggung jawab di jalan tol.

Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan , Hamdani mengatakan, karakteristik yang panjang, relatif lurus dan didukung kondisi perkerasan yang baik terkadang membuat pengguna jalan kurang waspada dalam menjaga kondisi fisiknya selama perjalanan.

"Karakteristik jalan tol yang panjang dan mulus sering kali membuat pengemudi merasa nyaman sehingga tanpa disadari mengalami kelelahan atau bahkan . Apabila mulai merasa lelah, mengantuk, kehilangan konsentrasi, atau mengalami tanda-tanda microsleep, pengguna jalan diimbau segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat," ujarnya dalam keterangan, Rabu (10/6/2026).

Selain menjaga kondisi fisik, pengguna jalan juga diimbau untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum memasuki jalan tol. Pemeriksaan sederhana seperti kondisi ban, rem, lampu kendaraan, oli, air radiator, tekanan ban, hingga kecukupan bahan bakar perlu dilakukan untuk mencegah gangguan kendaraan di tengah perjalanan.

Kendaraan yang mengalami kerusakan di jalan tol memiliki risiko lebih tinggi karena seluruh kendaraan bergerak dengan kecepatan relatif tinggi dan dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Hutama Karya juga mengingatkan larangan pengoperasian kendaraan Over Dimension Over Loading () di jalan tol. Kendaraan ODOL tidak hanya mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan akibat berkurangnya kemampuan pengereman, ketidakstabilan kendaraan, hingga potensi kendaraan terguling.

Karena itu, kepatuhan terhadap aturan dimensi dan muatan kendaraan menjadi bagian penting dari keselamatan berlalu lintas.

Disamping itu, mematuhi batas kecepatan yang berlaku di jalan tol itu juga sangatlah penting, yaitu minimum 60 km/jam dan maksimum 100 km/jam untuk jalan tol luar kota dan 80 km/jam untuk jalan tol dalam kota, menjaga jarak aman antar kendaraan, menggunakan lajur sesuai peruntukannya, tidak menggunakan telepon genggam saat mengemudi, memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol, serta tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat.

"Keselamatan di jalan tol tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan, tetapi juga kesiapan pengemudi, kelayakan kendaraan, kepatuhan terhadap batas kecepatan, serta kedisiplinan terhadap aturan muatan kendaraan. Setiap kecelakaan di jalan tol meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan," tambah Hamdani.

Sebagai upaya preventif dalam menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan dan , Hutama Karya juga secara rutin menyelenggarakan Operasi Microsleep di sejumlah ruas JTTS yang memiliki karakteristik perjalanan panjang.

Operasi Microsleep dilaksanakan secara berkala, khususnya pada ruas-ruas yang memiliki tingkat risiko kelelahan pengemudi lebih tinggi. Penentuan waktu pelaksanaan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kecelakaan yang menunjukkan adanya faktor pengemudi mengantuk atau kelelahan.

(Akb/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait