Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Heboh Chat Audio Hacker di Grup WhatsApp: Bisa Kuras Saldo Rekening, Benarkah? Ini Penjelasannya

Grup WhatsApp mendadak heboh dengan adanya pesan berantai yang meminta anggota untuk waspada terhadap pesan suara (chat audio).

Bagikan:
Heboh Chat Audio Hacker di Grup WhatsApp: Bisa Kuras Saldo Rekening, Benarkah? Ini Penjelasannya. (Foto: sumber, webtech tutorial youtube channel)
Heboh Chat Audio Hacker di Grup WhatsApp: Bisa Kuras Saldo Rekening, Benarkah? Ini Penjelasannya. (Foto: sumber, webtech tutorial youtube channel)
A A

nusantaraterkini.co, MEDAN - Grup mendadak dengan adanya yang meminta untuk waspada terhadap pesan suara (). 

Pesan suara itu diklaim berasal dari hacker yang berniat jahat membobol rekening bank korban jika salah satu anggota mengklik tulisan "bergabung".

Ajakan waspada chat audio itu sudah disebar ke banyak grup maupun individu, terlihat dari keterangan 'forwarded many times' yang muncul di atas chat. Jika chat audio itu diklik, saldo rekening bank korban disebut bisa terkuras atau korban dapat terjebak modus pinjam uang.

Berikut isi chat broadcast tersebut:

HATI-HATI

Marvelus Jaksa KPK: Bismillah

Bu ibu mohon perhatian...

Sekarang kalau ada di muncul Chat Audio walaupun dari nomor yang ada di group jangan di klik tulisan GABUNG, ternyata itu Hacker... Bisa menguras rekening dan modus pinjam uang .

Hati2.

Barusan saya di telpon Temen yang kena musibah itu...

Pri Mariza: Kepada yth : Bpk/Ibu/Sdr/Sahabat semua ...

Kalau di group ini ada dari siapa saja, dan ada tulisan "Audio untuk bergabung" Jangan dipencet nggih, abaikan saja.

Kalau njenengan pencet dan ingin tau siapa saja yang sudah bergabung, otomatis njenengan akan masuk group tersebut, dan susah untuk keluar.

Bahkan adminpun mau menghapus audio itu tidak bisa.

Mari kita jaga bersama agar group ini tidak di-hack orang.

Lantas, apakah informasi ini benar adanya?

Dikutip dari kumparan, menurut Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, ada indikasi tersebut adalah hoaks. Ia bilang ini hanya fitur baru bernama "voicechat".

Voice chat sendiri merupakan fitur yang berfungsi untuk memulai percakapan suara langsung dengan mudah, memungkinkan semua grup WA untuk bergabung atau keluar kapan saja. Obrolan ini juga sudah terinkripsi end-to-end, mengutip laman resmi WhatsApp.

Alfons bilang, dalam kasus ini, pengguna WA kemunginan tidak sadar mengklik tombol fitur voice chat, sehingga menimbulkan kepanikan, dan memang benar admin tidak bisa mematikan. Kendati begitu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Alfons menambahkan, tidak ada kelemahan pada fitur voice chat WhatsApp yang disalahgunakan hacker untuk melancarkan serangan siber.

“Menurut saya ini bukan kelemahan di audio chat Whatsapp group. Melainkan fitur standar saja. Jadi kalau memang ada chat audio di group, ya memang akan muncul tombol bergabung, dan menurut saya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari audio call tersebut sepanjang anggotanya terpercaya,” kata Alfons, Senin (2/6/2025).

Lebih lanjut Alfons mengatakan, berbeda cerita jika ada salah satu anggota grup kena hack. Ini yang bisa berbahaya.

Misalnya, ada anggota grup WA yang kena hack, lalu dia melakukan panggilan WA dan menyampaikan informasi palsu, seperti mengirimkan tautan trojan, APK atau sejenisnya. Kemudian, anggota grup lain percaya dan mengeklik tautan tersebut dan menjadi korban.

“Itu bukan sistem WA-nya, melainkan karena akun WA member grup yang berhasil diretas dan digunakan untuk rekayasa sosial,” papar Alfons.

"Tidak ada yang kalau pencet tombol bergabung lalu masuk group dan susah keluar. Kalau dimasukkan grup malah kita dengan mudah menolak bergabung dan bisa keluar kapan saja dan kita bisa memblokir orang yang sembarangan mengundang kita ke grup, atau malah membatasi siapapun yang ingin memasukkan kita ke grup."

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait