Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Harga Saham Akan Anjlok Bila Sri Mulyani Mundur dari Kemenkeu

Shinta selaku pengusaha mengatakan, hal ini bukan dinilai dari sisi individu, melainkan kebijakan yang diterapkan yang akan mempengaruhi keberlangsung

Bagikan:
Kemenkeu, Sri Mulyani, sebelum pelantikan kabinet Jokowi di Jakarta, Rabu (23/10/2019).(Foto: KOMPAS.com/Kristianto Purnomo)
Kemenkeu, Sri Mulyani, sebelum pelantikan kabinet Jokowi di Jakarta, Rabu (23/10/2019).(Foto: KOMPAS.com/Kristianto Purnomo)
A A

 - Ketua Umum Asosiasi Indonesia (Apindo) menilai jika dan sejumlah maka kemungkinan bisa saja mempengaruhi pasar saham. Sebab para investor tentu merespons hal tersebut sebagai bagian dari sentimen negatif mereka.

"Pasar market kemudian mengatakan kalau ini mundur maka turun harga saham, oh itu bisa-bisa aja. Indonesia stock exchange pada ini kan kalau ada isu mundur bisa aja," ujarnya.

Namun, Shinta selaku mengatakan, hal ini bukan dinilai dari sisi individu, melainkan kebijakan yang diterapkan yang akan mempengaruhi keberlangsungan bisnis.

"Tapi dari pengusaha kan enggak bisa melihat individu menteri kita kan harus bisa melihat kebijakan secara menyeluruh yang harus kami selalu berikan masukan kritikan itu kan secara kebijakan kita enggak melihat orang per orang," ujarnya.

Sebagai pengusaha, Shinta mengaku enggan mencampuri urusan isu mundurnya beberapa menteri. Namun dia menegaskan bahwa pelaku usaha selalu melihat pemerintah dari sisi kebijakannya bukan dari individu.

Shinta menambahkan pihaknya selalu memberi masukan terkait kebijakan-kebijakan tersebut.

"Itu kan urusan pemerintah, urusan politik ya saya rasa siapa yang mau mundur tidak ikut campur. Yang kami selalu berikan masukan kan secara kebijakan. Kita tidak bisa melihat orang per orang," jelasnya.

Sebelumnya, isu mundurnya Menteri Keuangan Indrawati dari kabinet Presiden Jokowi pun sebetulnya sempat memengaruhi pasar keuangan pekan lalu.

Chief Economist Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian mengatakan, nilai tukar rupiah yang telah diperdagangkan ke level 15.600 dan terendah Rp 15.845 per dolar AS sepanjang minggu lalu, salah satunya disebabkan sentimen negatif para pelaku pasar keuangan dari isu mundurnya para menteri itu.

"Yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah isu menteri yang akan mundur," ungkap Fakhrul kepada CNBC Indonesia TV dikutip Selasa (30/1/2024).

Selain nilai tukar rupiah yang terdampak isu mundurnya para menteri Jokowi ini, sepanjang pekan lalu imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) acuan tenor 10 tahun juga meningkat 5,1 basis poin menjadi 6,674%, dari sebelumnya pada perdagangan dua pekan lalu yang di level 6,623%. Imbal hasil yang naik menandai harga SBN yang jatuh karena investor menjual SBN.

(Ann/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru