Harga Bitcoin Kembali Bangkit Tembus US$ 100.000 Naik 5,86% dalam Sepekan
Bitcoin berada di US$ 102.904 pada Jumat (9/5) pukul 21.33 WIB. Dalam 24 jam terakhir menguat 3,17%, mengakumulasi kenaikan 5,86% dalam sepekan.
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Harga Bitcoin Kembali Bangkit Tembus US$ 100.000 Naik 5,86% dalam Sepekan di mana Prospek pulihnya ekonomi global mendorong peralihan investor kembali ke aset berisiko. Salah satunya aset kripto, tercermin dari peningkatan harganya.
Berdasarkan coinmarketcap, Bitcoin berada di US$ 102.904 pada Jumat (9/5) pukul 21.33 WIB. Dalam 24 jam terakhir menguat 3,17%, mengakumulasi kenaikan 5,86% dalam sepekan.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menuturkan bahwa terdapat indikasi kuat minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin mulai bangkit kembali. Menurutnya, beberapa faktor pendorongnya antara lain pelonggaran kebijakan moneter dan membaiknya prospek ekonomi.
"Pemangkasan suku bunga di Inggris adalah salah satu contohnya, dan ada ekspektasi bahwa bank sentral lain bisa mengikuti jika tekanan inflasi mereda," ujarnya.
Selain itu, memudarnya ketakutan regulasi membuat investor lebih percaya diri. Setelah bertahun-tahun ketidakpastian, kini banyak perkembangan positif, seperti undang-undang pro-kripto muncul di beberapa wilayah, SEC mulai berdamai dengan pelaku industri, dan regulator perbankan membuka jalan integrasi kripto.
"Faktor-faktor tersebut mengurangi persepsi risiko investasi Bitcoin," sambungnya.
Bitcoin juga semakin diakui sebagai aset mainstream. Ini merujuk langkah Coinbase mengakuisisi bursa derivatif kripto Deribit senilai US$ 2,9 miliar menegaskan bahwa pemain besar percaya pada pertumbuhan pasar kripto ke depan.
"Dengan infrastruktur yang kian matang dan aturan permainan yang lebih jelas, investor institusional maupun ritel merasa lebih nyaman untuk kembali berinvestasi di Bitcoin," tegasnya.
Dari sisi sentimen pasar, tanda-tanda arus modal kembali ke aset berisiko sudah terlihat. Nilai Bitcoin dalam sebulan terakhir naik sekitar 30% seiring kembalinya optimisme investor.
Bahkan ada indikasi Bitcoin mulai decoupling (berjalan terpisah) dari pergerakan saham teknologi.
"Artinya pelemahan di saham tidak lagi terlalu menekan Bitcoin sehingga ini menarik bagi investor karena Bitcoin bisa berperan ganda, yakni sebagai aset alternatif mirip emas (pelindung nilai saat ekonomi goyah) dan sebagai aset berisiko tinggi yang bisa naik pesat saat sentimen positif," jelasnya.
Fyqieh juga menuturkan bahwa lembaga keuangan besar juga melaporkan pergeseran alokasi aset. Contohnya, ada rotasi investasi dari emas ke Bitcoin yang turut mendukung rally harga, menurut riset Standard Chartered.
"Intinya, kombinasi likuiditas global yang meningkat, regulasi yang lebih ramah, dan pandangan bahwa 'fundamental Bitcoin kuat' telah mendorong kembalinya minat investor ke Bitcoin dan aset kripto lainnya" tutup Fyqieh.
(wiwin/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan