Gubernur Sumsel Minta Menhut Tambah Polisi Kehutanan Antisipasi Kebakaran Hutan
Gubernur Sumsel Herman Deru meminta Menhut menambah personel Polhut untuk memperkuat pengawasan hutan dan mencegah karhutla.
Nusantaraterkini.co, BANYUASIN - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyoroti tingginya tingkat kerawanan kebakaran pada sekitar 1,4 juta hektare lahan gambut di wilayahnya. Menanggapi potensi ancaman tersebut, Pemprov Sumsel secara resmi meminta Menteri Kehutanan RI untuk menambah alokasi personel Polisi Kehutanan (Polhut). Hal itu guna memperketat pengawasan kawasan hutan dan lahan di Sumatera Selatan.
"Dengan luas lahan gambut sekitar 1,4 juta hektare, Sumsel memiliki kerawanan tersendiri terhadap kebakaran. Kami berharap adanya perhatian terhadap penambahan personel Polisi Kehutanan agar pengawasan kawasan hutan dapat berjalan lebih optimal," ujar Deru dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (9/8/2026).
Deru mengatakan jika keberadaan Polhut di lapangan saat ini masih sangat terbatas bila dibandingkan dengan luasnya bentangan hutan yang harus dijaga, termasuk kawasan lintas provinsi seperti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Penguatan jumlah personel dinilai krusial untuk mengimbangi potensi ancaman karhutla serta penegakan hukum terhadap pembalakan liar.
“Penyebab kebakaran dapat berasal dari faktor manusia maupun faktor alam, karena itu upaya pencegahan menjadi prioritas utama,” katanya.
Di samping mendorong penambahan pasukan pengawas dari pusat, Pemprov Sumsel juga memastikan bahwa pencegahan karhutla di tingkat bawah terus diperkuat dengan menghentikan praktik perladangan berpindah.
"Praktik perladangan berpindah sendiri sudah tidak lagi menjadi kebiasaan masyarakat Sumatera Selatan, karena sebagian besar petani kini mengelola lahan secara menetap," tegasnya.
Selain memitigasi bencana kebakaran, kelestarian hutan hulu terbukti menjadi penopang utama keberlanjutan sumber daya air dan pasokan energi di daerah. Ia juga mencontohkan Kota Pagar Alam yang seluruh kebutuhan listriknya disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkat terjaganya kawasan hutan hulu secara konsisten.
Pemerintah daerah bersama kementerian terkait dan masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga sinergi pengawasan agar perlindungan ekosistem dapat berjalan berkelanjutan.
"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah, Kementerian Kehutanan, serta masyarakat yang selama ini menjaga kawasan hutan. Semoga sinergi ini terus terjaga sehingga kelestarian hutan Sumatera Selatan dapat diwariskan kepada generasi mendatang," tutupnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMUTDinsos Sumut Salurkan Bantuan Pascabencana ke 13.702 Keluarga
Herman Saleh Harahap·10 menit yang lalu -
NEWS VIDEOKejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun
Fadli Tara·16 menit yang lalu -
EKONOMIOJK Luncurkan RP3I 2026-2030 untuk Perkuat Resiliensi Perbankan
Herman Saleh Harahap·29 menit yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Bongkar Modus Narkoba Gunakan Fitur 'Share Location'
Herman Saleh Harahap·49 menit yang lalu -
-
PERISTIWA5 Ekor Lembu Warga Simalungun Mati Bersamaan di Areal Perkebunan Dolok Ilir, Diduga Keracunan
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALPrabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres: Dari Rocky Gerung hingga Jusuf Hamka Resmi Bergabung ke Istana Negara
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALDua Terduga Pelaku Curat Toko di Binjai Ditangkap, Kerugian Capai Rp157 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan