Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Gubernur Sumsel Minta Menhut Tambah Polisi Kehutanan Antisipasi Kebakaran Hutan

Gubernur Sumsel Herman Deru meminta Menhut menambah personel Polhut untuk memperkuat pengawasan hutan dan mencegah karhutla.

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat sambutan di dalam Persemaian Sriwijaya Kemampo yang dihadiri Menteri Kehutanan Republik Indonesia (RI) Raja Juli Antoni dan Ketua Komisi IV DPR RI di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Jumat (7/8/2026). (foto: pemprov sumsel)
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat sambutan di dalam Persemaian Sriwijaya Kemampo yang dihadiri Menteri Kehutanan Republik Indonesia (RI) Raja Juli Antoni dan Ketua Komisi IV DPR RI di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Jumat (7/8/2026). (foto: pemprov sumsel)
A A

Nusantaraterkini.co, BANYUASIN - Gubernur , menyoroti tingginya tingkat kerawanan kebakaran pada sekitar 1,4 juta hektare di wilayahnya. Menanggapi potensi ancaman tersebut, Pemprov Sumsel secara resmi meminta Menteri Kehutanan RI untuk menambah alokasi personel (). Hal itu guna memperketat pengawasan kawasan hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

"Dengan luas sekitar 1,4 juta hektare, Sumsel memiliki kerawanan tersendiri terhadap kebakaran. Kami berharap adanya perhatian terhadap penambahan personel agar pengawasan kawasan hutan dapat berjalan lebih optimal," ujar Deru dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (9/8/2026).

Deru mengatakan jika keberadaan di lapangan saat ini masih sangat terbatas bila dibandingkan dengan luasnya bentangan hutan yang harus dijaga, termasuk kawasan lintas provinsi seperti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Penguatan jumlah personel dinilai krusial untuk mengimbangi potensi ancaman serta penegakan hukum terhadap pembalakan liar.

“Penyebab kebakaran dapat berasal dari faktor manusia maupun faktor alam, karena itu upaya pencegahan menjadi prioritas utama,” katanya.

Di samping mendorong penambahan pasukan pengawas dari pusat, Pemprov Sumsel juga memastikan bahwa pencegahan di tingkat bawah terus diperkuat dengan menghentikan praktik perladangan berpindah.

"Praktik perladangan berpindah sendiri sudah tidak lagi menjadi kebiasaan masyarakat , karena sebagian besar petani kini mengelola lahan secara menetap," tegasnya.

Selain memitigasi bencana kebakaran, kelestarian hutan hulu terbukti menjadi penopang utama keberlanjutan sumber daya air dan pasokan energi di daerah. Ia juga mencontohkan Kota Pagar Alam yang seluruh kebutuhan listriknya disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkat terjaganya kawasan hutan hulu secara konsisten.

Pemerintah daerah bersama kementerian terkait dan masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga sinergi pengawasan agar perlindungan ekosistem dapat berjalan berkelanjutan.

"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah, Kementerian Kehutanan, serta masyarakat yang selama ini menjaga kawasan hutan. Semoga sinergi ini terus terjaga sehingga kelestarian hutan Sumatera Selatan dapat diwariskan kepada generasi mendatang," tutupnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru