DPR Sorot Jalan Rusak Maluku, Saadiah Desak Penanganan Serius
Anggota Komisi V DPR Saadiah Uluputty, melakukan kunjungan kerja ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku di Ambon saat menjalani
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR Saadiah Uluputty, melakukan kunjungan kerja ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku di Ambon saat menjalani masa reses sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Maluku.
Dalam kunjungan tersebut, Saadiah berdiskusi langsung dengan jajaran BPJN terkait berbagai program pembangunan jalan dan jembatan di sejumlah kabupaten dan kota di Maluku.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi saya untuk berdiskusi langsung dengan jajaran BPJN terkait berbagai program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di sejumlah kabupaten/kota di Maluku,” ujar Saadiah, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi perkembangan sejumlah proyek, baik yang sudah berjalan maupun yang masih tertunda, termasuk memantau aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Dalam pertemuan tersebut kami membicarakan perkembangan beberapa program yang sedang berjalan, program yang belum berjalan, serta meninjau progres dari sejumlah usulan aspirasi yang sebelumnya telah saya sampaikan,” kata Saadiah.
Selain itu, Saadiah turut menyoroti kerusakan jalan di beberapa wilayah seperti Taniwel, Seram Barat, yang sempat ia lalui saat melakukan kunjungan lapangan.
“Saya meminta penjelasan mengenai kondisi jalan tersebut serta kemungkinan penanganan yang dapat dilakukan agar kerusakan tidak semakin berdampak pada mobilitas masyarakat,” ucapnya.
Pembahasan dalam pertemuan tersebut juga mencakup perkembangan pembangunan jalan di Batabual, Buru Selatan, serta rencana pembangunan Jalan Lingkar Banda di Maluku Tengah.
“Jalan inamosol, jalan rusak di Hatu yang dekat dengan Bandara Pattimura, usulan usulan dari Pemerintah Kabupaten kota yang harus masuk dalam usulan Inpress Jalan Daerah (IJD) tahap 3,” jelasnya.
“Untuk Jalan Lingkar Banda sendiri, saat ini masih terdapat beberapa hal yang perlu diselesaikan terlebih dahulu, terutama terkait dengan status jalan sebelum program pembangunan dapat dilanjutkan,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, Saadiah juga mendapatkan penjelasan dari pihak BPJN mengenai kondisi teknis sejumlah ruas jalan di Maluku yang rentan rusak akibat faktor geologi.
“Disampaikan bahwa beberapa ruas jalan di Maluku memiliki potensi kerusakan karena melintasi lempengan atau patahan gempa. Kondisi ini menyebabkan badan jalan sering mengalami retakan atau patahan, dan ketika musim hujan datang, genangan air mempercepat terjadinya kerusakan seperti lubang dan penurunan permukaan jalan,” jelasnya.
Selain faktor alam, keterbatasan anggaran pemeliharaan jalan juga menjadi tantangan serius dalam perbaikan infrastruktur di wilayah kepulauan tersebut.
“Di sisi lain, anggaran preservasi jalan yang dialokasikan oleh kementerian saat ini berkisar sekitar Rp600 juta untuk penanganan sepanjang 120 km jalan,” akuinya.
“Secara teknis, anggaran tersebut sering kali belum mencukupi, terutama pada ruas-ruas jalan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kerusakan dan membutuhkan penanganan berulang dalam waktu yang berdekatan,” ungkapnya.
Karena itu, pihak BPJN mengusulkan agar beberapa ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat dapat ditangani melalui skema khusus.
“Beberapa ruas jalan yang memiliki kondisi kerusakan berat dan berulang dapat diusulkan melalui skema penanganan bencana, atau dilakukan penyesuaian kembali terhadap alokasi anggaran dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan karakteristik wilayah Maluku,” ujarnya.
Saadiah menegaskan bahwa seluruh masukan dan kendala yang disampaikan oleh BPJN akan menjadi bahan penting dalam pembahasan di DPR RI.
“Hal-hal ini menjadi catatan penting bagi saya sebagai bahan dalam rapat-rapat kerja di DPR RI, agar kebijakan dan program pembangunan infrastruktur dapat lebih sesuai dengan kondisi riil di daerah,” katanya.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, BPJN, dan DPR terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur di Maluku dapat berjalan lebih optimal.
“Saya berharap koordinasi dan komunikasi seperti ini dapat terus diperkuat, sehingga berbagai program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Maluku dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWAPembangunan Tong Pengolahan Emas di Desa Simalagi Madina Telan Korban Jiwa
Rozie Winata·14 menit yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Tinjau Penanganan Karhutla dan Kondisi Gajah di Suaka Margasatwa Padang Sugihan
Rozie Winata·26 menit yang lalu -
SUMUTBuddha Tzu Chi Bangun 241 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Padangsidimpuan
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
NEWS VIDEOBuddha Tzu Chi Indonesia Kembali Bantu Korban Bencana, 241 Huntap di Padangsidimpuan Dibangun
Fadli Tara·38 menit yang lalu -
KRIMINALMasuk Panti Rehabilitasi, Pasien Narkoba Lapor Polisi karena Ngaku Dianiaya hingga Gendang Telinga Pecah
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
NEWSTNI Berangkatkan 638 Prajurit Misi Perdamaian PBB ke Kongo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALFilep Wamafma Minta Hak Daerah Penghasil Diperkuat dalam RUU Migas
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALKetua DPRD Sumut Bantah Sengaja Perlambat Penyidikan Kasus Dhody Thahir di Polda
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSWarga Kampung Nelayan Seberang Belawan Minta Kejelasan Status Wilayah dan Kependudukan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANPenambahan Anggaran Kemendiktisaintek Harus Berdampak Nyata Bagi Pendidikan
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan