DPR Kecam Kasus Asusila di Untirta: Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Satgas PPKS
DPR kritik keras sistem perlindungan Untirta terkait kasus asusila mahasiswa terhadap dosen. Satgas PPKS disorot
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR Muhammad Hilman Mufidi melontarkan kritik keras atas dugaan tindakan asusila yang melibatkan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Kasus ini dinilai bukan sekadar pelanggaran individu, melainkan cerminan lemahnya sistem pengawasan dan perlindungan di lingkungan kampus.
Mahasiswa berinisial MZ diduga merekam seorang dosen perempuan di toilet kampus, sebuah tindakan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai prinsip dasar dunia pendidikan sebagai ruang aman.
Kasus ini kini ditangani oleh Polda Banten melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).
Hilman menegaskan, kejadian ini harus menjadi alarm keras bagi institusi pendidikan tinggi yang selama ini kerap mengklaim sebagai ruang beradab dan bermoral.
“Ini bukan sekadar pelanggaran etika, tapi bentuk kekerasan seksual yang nyata. Kampus tidak boleh gagal melindungi civitas akademika, terutama perempuan,” tegasnya, Senin (6/4/2026).
Ia juga menyoroti potensi kelalaian sistemik di internal kampus. Menurutnya, keberadaan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) kerap hanya formalitas tanpa daya cegah yang nyata.
"Jika Satgas hanya menjadi pelengkap administratif tanpa tindakan konkret, maka kasus seperti ini akan terus berulang,” ujarnya.
Lebih jauh, Hilman mendesak aparat penegak hukum untuk tidak setengah hati dalam menangani perkara ini. Ia menilai, ketegasan hukum menjadi kunci untuk memutus rantai kekerasan seksual di ruang publik, termasuk kampus.
“Tidak boleh ada kompromi. Pelaku harus dihukum maksimal agar ada efek jera dan kepercayaan publik tidak runtuh,” katanya.
Hilman pun menilai, banyak kampus masih lebih sibuk menjaga reputasi institusi dibanding memastikan keadilan bagi korban.
“Jika kampus lebih takut pada citra buruk daripada melindungi korban, maka itu adalah kegagalan moral institusi pendidikan,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSPetugas Potong Pohon Terjatuh di Lapangan Merdeka Binjai, Tangan Patah dan Kepala Luka
hendra·29 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Pencurian Sparepart Mobil di PN Medan, Saksi Beberkan Kronologi Penangkapan
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIPemkab Pasbar Dukung Penguatan Kampung Bebas Narkoba di Nagari Ophir
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·10 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan