Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Demo Aksi Tolak UU TNI di Medan Ricuh, Dua Mahasiswa Alami Kekerasan oleh Aparat

Demo Aksi Tolak UU TNI di Medan Ricuh, Dua Mahasiswa Alami Kekerasan oleh Aparat

Demo Aksi Tolak UU TNI di Medan Ricuh, Dua Mahasiswa Alami Kekerasan oleh Aparat
Demo Aksi Tolak UU TNI di Medan Ricuh, Dua Mahasiswa Alami Kekerasan oleh Aparat
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Puluhan massa yang tergabung dalam Aksi Kamisan Medan menggelar demonstrasi di Tugu Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (27/3/2025). 

Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pengesahan revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU ) yang dinilai mengancam prinsip demokrasi dan hak-hak sipil.

BACA JUGA: Jelang Idul Fitri, Polrestabes Medan Siapkan 13 Posko Terpadu di Kota Medan

Massa aksi, yang terdiri dari mahasiswa, aktivis perempuan, hingga pegiat hak asasi manusia (HAM), mengenakan kaos hitam dan membawa spanduk bertuliskan, "Cabut UU 2025, Kembalikan TNI ke Barak. Angkat kaki dari tanah rakyat!"

Dalam orasinya, para demonstran menyampaikan penolakan keras terhadap revisi UU TNI. "Tidak harus menjadi korban yang terdampak langsung baru kita bergerak. Kita akan tetap menolak UU TNI," seru salah satu orator.

Setelah berunjuk rasa di Tugu SIB, massa bergerak menuju Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut). Namun, ketegangan terjadi ketika massa mencoba mendekati gedung DPRD. Aparat kepolisian yang berjaga menghadang langkah massa, sehingga memicu aksi saling dorong antara kedua pihak.

Seorang personel kepolisian melalui pengeras suara memperingatkan massa agar tertib dan mengancam akan menggunakan mobil water canon. Namun, situasi mereda sebelum kendaraan tersebut dikerahkan.

Dua Mahasiswa Alami Kekerasan

Di tengah aksi tersebut, dua mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berinisial H (20) dan FA (21) mengaku mengalami tindak kekerasan. Keduanya merupakan bagian dari massa Aksi Kamisan.

FA mengungkapkan bahwa dirinya didorong hingga terjatuh oleh seorang pria berpakaian sipil yang mengenakan jaket hoodie hitam. "Setelah jatuh, aku diinjak di bagian punggung. Akibatnya, aku mengalami lebam di tubuh," ungkapnya.

Sementara itu, H mengaku mengalami kekerasan saat mencoba menyelamatkan FA. "Saat teman kami FA tergeletak di tanah, aku berusaha mendekat, tapi tiba-tiba aku mendapat tendangan," ujarnya.

Keduanya sempat mengalami sesak napas setelah dibawa keluar dari kerumunan dan mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis yang ada di lokasi.

BACA JUGA: Massa Aksi Kamisan Unjuk Rasa Tolak RUU TNI

Hingga berita ini ditulis, situasi di depan Gedung DPRD Sumut telah kondusif. Namun, massa aksi tetap menyerukan penolakan terhadap pengesahan revisi UU TNI. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap mahasiswa kini menjadi sorotan dan diharapkan mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang.

(Cw7/Nusantaratekini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru