Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Calvin Verdonk: Gelar Juara ASEAN Cup 2026 Jadi Amunisi Penting Hadapi Piala Asia 2027

Gelar juara ASEAN Cup 2026 jadi modal penting Timnas Indonesia jelang tampil di Piala Asia 2027

Para pemain Timnas Indonesia saat mengangkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: instagram/@timnasindonesia)
Para pemain Timnas Indonesia saat mengangkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: instagram/@timnasindonesia)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Keberhasilan keluar sebagai juara FIFA mendatangkan optimisme tinggi bagi skuad Garuda.

Bek andalan Timnas Indonesia, , menyebut trofi juara ini sebagai modal krusial dan amunisi berharga dalam menatap turnamen bergengsi tingkat kontinental, di Arab Saudi, Januari mendatang.

โ€‹Kepastian Skuad Garuda merengkuh gelar juara diraih usai menumbangkan Thailand di partai puncak yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Kemenangan tersebut dipastikan lewat drama adu penalti dengan skor 4-2, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu berakhir.

โ€‹Menurut Verdonk, duel final melawan tim Gajah Perang tersebut memiliki nilai strategis yang lebih dari sekadar perebutan trofi.

Terlebih, hasil drawing menempatkan Indonesia di grup yang sama dengan Thailand pada putaran final mendatang, bersama dengan Jepang dan Qatar di Grup F.

โ€‹"Itu sebabnya pertandingan ini penting karena Thailand berada di grup yang sama dengan kami, begitu juga Jepang. Mereka adalah tim-tim Asia seperti ini," ujar Verdonk kepada wartawan di mixed zone SUGBK, Jakarta dikutip, Selasa (6/9/2026).ย 

โ€‹Pemain yang berkarier di klub Prancis, Lille, tersebut mengakui bahwa Jepang merupakan lawan berat yang memiliki kualitas di level berbeda.

Kendati demikian, ia tetap optimistis peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh di turnamen akbar tersebut tetap terbuka lebar, terutama saat bersua Thailand dan Qatar.

โ€‹"Kami punya peluang menghadapi Thailand dan Qatar. Kami juga punya peluang melawan Jepang, tetapi mereka berada di level yang berbeda," tambahnya.

โ€‹Menanggapi jalannya laga final yang penuh ketegangan, Verdonk enggan ambil pusing meski Indonesia gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di waktu normal.

Seperti diketahui, Thailand harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-81 setelah Nicholas Mickelson diganjar kartu kuning kedua. Bagi Verdonk, yang terpenting adalah keberhasilan tim memutus puasa gelar dan membawa pulang trofi pertama bagi dalam 35 tahun terakhir.

โ€‹"Trofi pertama, ya, itu pertandingan yang gila. Kami harus bermain lebih baik, tetapi kami menang. Jadi, tidak masalah," ucap pemain berusia 29 tahun itu.

โ€‹Lebih lanjut, Verdonk memandang pencapaian ini sebagai tonggak penting dari lahirnya era baru . Ia juga menegaskan bahwa timnya tidak ingin terbebani oleh catatan sejarah masa lalu di mana Indonesia kerap kesulitan di partai final termasuk kenangan pahit atas Thailand pada final Piala AFF 2002 di tempat yang sama.

โ€‹Dengan skuad yang dihuni pemain-pemain berkualitas, Verdonk percaya Skuad Garuda memiliki potensi besar, meski ia juga mengingatkan agar tim terus berbenah dan berkembang untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat di level Asia.

(*/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait