Berdayakan 16 Aset yang Mangkrak, PD AIJ Targetkan Setor PAD Tahun Ini
PD AIJ Sumut optimalkan 16 aset mangkrak dan bisnis strategis demi menyetor PAD ke Pemprov Sumut setelah 12 tahun tanpa kontribusi.
Nusantaraterkini.co, MEDAN — Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa (PD AIJ) Sumatera Utara tengah melakukan perombakan strategi bisnis secara besar-besaran dengan menjadikan optimalisasi aset sebagai ujung tombak pendapatan perusahaan. Langkah agresif ini diambil guna mengakhiri rapor merah PD AIJ yang absen menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selama lebih dari satu dekade.
Direktur Utama PD AIJ Sumut, Swangro Lumbanbatu, menegaskan penataan ulang fokus bisnis perusahaan, terutama dalam mengelola aset-aset daerah yang selama ini tidur, diharapkan mampu memecah kebuntuan kontribusi finansial ke kas daerah pada tahun 2026.
“Berdasarkan data yang kami cek sebelumnya, kurang lebih 12 tahun PD AIJ belum pernah berkontribusi memberikan PAD. Mudah-mudahan tahun ini dengan dukungan semua pihak PD AIJ bisa menambah PAD Pemprov Sumut untuk masyarakat dan pembangunan Sumatera Utara,” ujar Swangro Lumbanbatu dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (4/8/2026).
Sebagai langkah konkret, PD AIJ kini mengambil alih pengelolaan 16 aset properti milik Pemprov Sumut yang sebelumnya tidak produktif atau terbengkalai. Sederet aset potensial tersebut meliputi pabrik es batu, pabrik batu bata, hingga eks Bioskop Ria. Alih-alih membiarkannya membebani biaya perawatan, manajemen kini menggandeng pihak kedua dan ketiga melalui skema kerja sama bisnis untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi dari aset-aset tersebut.
“Saat ini kita lakukan pengelolaan aset kepada pihak kedua dan ketiga, agar dapat menghasilkan PAD dan kini sudah berjalan baik dan aset-aset tersebut tidak terbengkalai lagi,” kata Swangro.
Selain optimalisasi aset fisik berupa properti, perusahaan juga memacu utilisasi dari sektor periklanan dan percetakan sebagai bisnis inti yang harus dikenal luas. Upaya pengenalan merek PD AIJ kepada publik terus digencarkan agar ekosistem bisnis pemerintah daerah ini mendapat tempat di mata konsumen instansi maupun swasta.
“Kami berupaya agar PD AIJ ini bisa dikenal oleh masyarakat luas dan saat ini kami berkomitmen untuk dapat menghasilkan PAD untuk Pemprov sesuai dengan target, sesuai Perda dan pendapatan keuangan kami,” ujarnya.
Pada sektor pemanfaatan aset periklanan luar ruang, PD AIJ mulai menggeser fokus dari media konvensional ke ranah digital. Pengembangan videotron kini menjadi prioritas karena dinilai mampu memutarkan arus kas perusahaan dengan jauh lebih cepat dan mendatangkan margin keuntungan yang lebih menggiurkan dibandingkan papan reklame biasa.
“Kalau reklame dan baliho itu kan pendapatannya agak lama kita menunggu satu hingga dua minggu, tapi kalau videotron antara 10-15 detik sudah bisa menampilkan beberapa iklan dari konsumen,” katanya.
Optimalisasi seluruh armada dan sumber daya manusia (SDM) juga tak luput dari strategi perusahaan. Sebanyak 30 pegawai diwajibkan untuk turun tangan menjadi agen pemasaran guna memastikan seluruh aset layanan jasa PD AIJ, khususnya percetakan, terserap maksimal oleh pasar.
“Kita push pemasaran, semua orang di PD AIJ bahkan saya sendiri juga ikut memasarkan, siapa yang punya jaringan kita pasarkan agar perusahaan ini semakin sehat, kita kolaborasi dengan OPD dan swasta. Seperti pembuatan bendera, umbul-umbul yang ada di sekeliling kita sekarang ini juga PD AIJ yang mencetak,” ujarnya.
Dalam memaksimalkan aset mesin cetak yang dimiliki, manajemen menerapkan kebijakan sapu bersih terhadap semua peluang pesanan yang masuk. Strategi ini membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya mengincar megaproyek, melainkan juga telaten menggarap permintaan mikro demi menjaga perputaran roda operasional mesin cetaknya.
“Permintaan percetakan yang nilainya Rp1 juta juga kita ambil dan kita yakin kalau kita kumpulkan sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi besar. Jangan kita berangan-angan besar, sementara angan kecil juga tidak selesai,” katanya.
Kepercayaan diri PD AIJ untuk merebut pasar percetakan daerah sejatinya didasari oleh kekuatan aset mesin cetak unggulan yang mereka miliki saat ini. Walaupun secara tarif harus menyesuaikan dengan komponen pajak pemerintah, Swangro menjamin hasil produksi mesin PD AIJ mampu bersaing di level tertinggi.
“Kalau dari segi harga memang dibandingkan percetakan swasta kita sedikit lebih mahal, karena kita harus membayar pajak. Tapi kalau hasil cetak ini bisa kita jaga. Di Sumut ini hanya ada 4 mesin percetakan yang baik dan satu di antaranya punya PD AIJ,” pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALSidang Pencurian Sparepart Mobil di PN Medan, Saksi Beberkan Kronologi Penangkapan
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIPemkab Pasbar Dukung Penguatan Kampung Bebas Narkoba di Nagari Ophir
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·9 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
-
KRIMINALBawa 44 Bungkus Sabu dari Aceh, Dua Pria Ditangkap di Besitang
Rozie Winata·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan