707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono Turun Langsung Tinjau Korban
707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang diduga keracunan usai menyantap MBG. BGN menyelidiki penyebab dan menghentikan sementara distribusi makanan.
Nusantaraterkini.co, SEMARANG – Dugaan keracunan massal menimpa ratusan siswa dan guru di SMK Negeri 6 Semarang setelah mengonsumsi diduga makanan Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Sabtu (1/8/2026), jumlah korban yang tercatat mencapai 707 orang, terdiri dari 693 siswa dan 14 guru.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, turun langsung ke Semarang untuk memastikan kondisi para korban sekaligus memantau proses penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
Dalam kunjungannya, Sudaryono mendatangi beberapa fasilitas kesehatan yang merawat korban, di antaranya RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum.
Ia menegaskan bahwa BGN telah membentuk tim investigasi guna mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui uji laboratorium terhadap sampel makanan dan spesimen korban.
"Tim investigasi masih bekerja untuk mendalami kasus ini. Kami ingin memastikan penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif," kata Sudaryono dikutip, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, Badan Gizi Nasional tidak akan mentoleransi kelalaian dalam pelaksanaan program MBG. Jika hasil penyelidikan membuktikan adanya pelanggaran oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), maka sanksi tegas akan dijatuhkan.
"Apabila terbukti ada kelalaian, kami akan melakukan suspend terhadap SPPG terkait sambil menunggu hasil evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra, menjelaskan bahwa pihak sekolah melakukan pendataan melalui formulir daring setelah banyak siswa melaporkan gangguan kesehatan.
Dari hasil pendataan sementara, sekitar 690 siswa mengaku mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, hingga diare usai menyantap makanan program MBG.
Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Halmahera untuk memberikan penanganan medis. Beberapa siswa juga dirujuk ke rumah sakit atas permintaan keluarga.
Berti menegaskan, hingga kini penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan epidemiologi setelah menerima laporan pada Jumat (31/7/2026).
Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada korban, petugas juga mengumpulkan sampel makanan, sisa pangan, serta spesimen dari para korban untuk diuji di laboratorium.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 698 orang mendapatkan penanganan medis di lokasi, sedangkan 9 orang menjalani observasi lebih lanjut di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu.
Hakam mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden tersebut sebelum hasil laboratorium keluar.
Sebagai langkah antisipasi, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG Kota Semarang Timur (Karangturi) dihentikan sementara hingga proses investigasi dan pemeriksaan laboratorium selesai.
Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan, dan pihak sekolah kini terus berkoordinasi guna memastikan penyebab kejadian sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
RELIGIIbadah Minggu Keluarga HKBP Pasar Melintang Berlangsung Khidmat, Persembahan Pujian Wijk 2 Pererat Persekutuan
hendra·46 menit yang lalu -
NASIONAL480 SPPG Baru Resmi Beroperasi, Total Dapur MBG di Indonesia Tembus 27.022 Unit
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHerman Deru Siap Cabut Izin Usaha Perusahaan yang Abai Terhadap Penanganan Karhutla
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANWali Kota Medan Dorong Al Washliyah Perkuat Pembinaan Generasi Muda
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
-
-
-
NEWSWacana Sex Toy untuk Warga Binaan Tuai Polemik, MUI Tegaskan Hukumnya Haram
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan