Toyota Pangkas Perkiraan Laba Bersih untuk Tahun Fiskal 2025, Dampak Penerapan Tarif AS
Produsen otomotif terbesar di Jepang itu mempertimbangkan kesepakatan perdagangan yang disetujui oleh Washington pada akhir Juli terkait pemangkasan..
Nusantaraterkini.co, TOKYO - Toyota Motor Corp. pada Kamis (7/8/2025) merevisi turun perkiraan laba bersihnya untuk tahun fiskal saat ini yang berakhir pada Maret 2026 menjadi 2,66 triliun yen (1 yen = Rp111) atau sekitar 18 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.379) akibat tarif otomotif Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi.
Estimasi laba bersih setahun penuh tersebut menandai penurunan 44,2 persen dari tahun sebelumnya.
Pada Mei, raksasa otomotif itu memproyeksikan penurunan 34,9 persen secara tahunan (year on year) menjadi 3,1 triliun yen, mencerminkan dampak tarif itu selama dua bulan hingga Mei.
Baca Juga : Toyota Raize vs Daihatsu Rocky Serupa Tapi Tak Sama, DP Rp20 Jutaan, Berapa Cicilan Perbulannya?
Perusahaan tersebut saat ini memperkirakan bahwa bea yang lebih tinggi terhadap kendaraan tujuan AS akan memangkas laba operasionalnya sebesar 1,4 triliun yen, naik 1,2 triliun yen dari dampak yang tercermin dalam perkiraan sebelumnya.
Terkait proyeksi tahun fiskal 2025 terbaru, laba operasional Toyota diperkirakan mencapai 3,2 triliun yen, turun 33,3 persen dari tahun sebelumnya, dengan estimasi penjualan bersih tercatat 48,5 triliun yen, naik 1 persen, kata perusahaan itu.
Dalam menyusun proyeksi terbaru tersebut, produsen otomotif terbesar di Jepang itu mempertimbangkan kesepakatan perdagangan yang disetujui oleh Washington pada akhir Juli terkait pemangkasan tarif impor mobil Jepang ke angka 15 persen dari 27,5 persen, yang telah diterapkan sejak April.
Baca Juga : Prabowo Soal Tarif AS: yang Penting adalah Rakyat Saya, Pekerja-pekerja Kita
Untuk kuartal April-Juni 2025, Toyota meraup laba bersih senilai 841 miliar yen, turun 36,9 persen dari periode yang sama tahun lalu, sementara penjualan bersihnya tumbuh 3,5 persen menjadi 12,25 triliun yen.
Toyota juga menyampaikan pada Kamis tersebut bahwa pihaknya berencana membangun pabrik manufaktur kendaraan baru di Prefektur Aichi, dengan pengoperasiannya diperkirakan akan dimulai pada awal 2030-an, seraya menyatakan rencana itu bertujuan untuk mempertahankan kapasitas produksi sebanyak tiga juta kendaraan di Jepang.
(fer/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
E-SportTimnas MLBB Indonesia Bantai Arab Saudi 2-0, Tantang Filipina di Playoff Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SUMUTPenerimaan Zakat Triwulan III Baznas Sumut Naik Rp5 Miliar
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KRIMINALDugaan Kekerasan Seksual, Seorang IRT Laporkan Oknum Polres Tapteng
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
KESEHATANHerman Deru Resmikan Program Pelita Sumsel, Warga Gratis Operasi Mata
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
NEWSKepergian Wulansari Berawal dari Tawaran Kerja Kenalan di Facebook
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
NEWSPesan Luhut ke Prajurit TNI: Jaga Loyalitas Kepada Presiden
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
-
SUMATERA TERKINIPerbaikan Jalan Suka Makmur–Alue Ie Itam Mulai Dikerjakan
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANAtasi Banjir Cinta Damai, Pemko Medan Bangun Drainase
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan