Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tangis Ibu di Medan Pecah di Hadapan Menteri Komdigi: “Tutup Judi Online, Keluarga Kami Hancur!”

Tangisan ibu di Medan pecah di hadapan Meutya Hafid, meminta pemerintah menutup akses judi online yang merusak keluarga.

Suasana saat Meutya Hafid menyapa warga Medan untuk memberantas Judol di Kembar Cafe Jl. STM, Rabu (13/5/2026). (foto: Riski Aulia/nusantaraterkini.co)
Suasana saat Meutya Hafid menyapa warga Medan untuk memberantas Judol di Kembar Cafe Jl. STM, Rabu (13/5/2026). (foto: Riski Aulia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Suasana haru menyelimuti pertemuan antara warga dan Menteri Komunikasi dan Digital () RI, , di Kembar Cafe, Jalan Sakti Lubis, Sitirejo, Kota Medan, Rabu (13/5/2026).

Dalam dialog tersebut, seorang warga Medan Sunggal bernama Ros Br Tarigan tak kuasa menahan tangis saat menceritakan dampak buruk yang menghancurkan keluarganya. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan keponakannya telah empat hari meninggalkan rumah akibat kecanduan judi daring.

Menurut Ros, keponakannya tega menelantarkan istri dan anak-anaknya. Kondisi keluarga semakin memprihatinkan karena anak sulung mereka sedang sakit sesak napas namun tidak mendapat perhatian dari sang ayah.

“Saya sudah berkali-kali mengingatkan supaya berhenti bermain , tapi tidak didengar,” ujar Ros penuh haru.

Ia pun memohon pemerintah mengambil langkah lebih tegas untuk memutus akses situs judi online yang dinilai semakin merusak kehidupan masyarakat.

Tak hanya itu, seorang influencer lokal bernama Wanda turut mengungkap praktik promosi judi online di media sosial. Ia menyebut banyak kreator konten dijadikan sarana promosi melalui tautan di bio akun maupun grup Telegram dengan iming-iming gaya hidup mewah.

“Banyak influencer dijadikan alat promosi. Mereka diarahkan menyebarkan link judi lewat media sosial,” ungkapnya.

Wanda juga mengaku akun media sosial miliknya sempat terkena takedown ketika membuat konten edukasi mengenai .

Menanggapi keluhan warga, Meutya Hafid menegaskan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Menurutnya, para pelaku terus mengubah pola operasi, termasuk memanfaatkan influencer dan menyusup ke kolom komentar media sosial.

“Kalau hanya mengandalkan teknologi, kita akan terus kejar-kejaran karena server mereka banyak berada di luar negeri. Ini sudah menjadi perang budaya,” tegas Meutya.

Ia menjelaskan, kini menggandeng talenta muda dari berbagai universitas di Indonesia untuk memperkuat sistem deteksi dan pemblokiran situs judi online.

Meutya juga mengapresiasi keberanian para ibu di Medan yang aktif menjaga lingkungan keluarga dari ancaman judi daring.

“Ibu-ibu adalah garda terdepan dalam melindungi keluarga dari ,” katanya.

(Cw5/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait