Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Studi: Pemanasan Ekstrem Picu Kepunahan Sekaligus Ledakan Tumbuhan

Pemanasan global ekstrem memicu kepunahan massal sekaligus lonjakan keanekaragaman tumbuhan dalam sejarah Bumi.

Foto yang diabadikan pada 5 Mei 2023 ini menunjukkan pemandangan musim gugur di sebuah hutan di Canberra, Australia. (Foto: Xinhua/Chu Chen)
Foto yang diabadikan pada 5 Mei 2023 ini menunjukkan pemandangan musim gugur di sebuah hutan di Canberra, Australia. (Foto: Xinhua/Chu Chen)
A A

Nusantaraterkini.co, MELBOURNE -  ekstrem memicu kepunahan massal sekaligus ledakan selama dua periode dalam kurun 140 juta tahun terakhir.

Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana tumbuhan berbunga menjadi kelompok tumbuhan yang dominan di Bumi, menurut sebuah studi baru.

Studi tersebut menganalisis serbuk sari dan spora yang telah menjadi fosil untuk menunjukkan bahwa periode pemanasan global ekstrem pada pertengahan Zaman Kapur (Cretaceous) dan awal era Kenozoikum (Cenozoic) berperan penting dalam , baik tumbuhan berbunga maupun kelompok tumbuhan utama lainnya di Bumi.

Demikian menurut pernyataan yang dirilis pada Kamis (15/10/2026) oleh University of Tasmania (UTAS) di Australia.

Para peneliti mengatakan, tumbuhan darat menopang hampir seluruh hewan darat, fungi, dan bakteri, sementara tumbuhan berbunga merupakan kelompok yang paling produktif dan beragam, dengan sekitar 400.000 spesies di seluruh dunia.

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Plants, tim peneliti menganalisis lebih dari 60.000 temuan fosil dan menerapkan metode yang mengatasi bias utama dalam catatan fosil. Dengan demikian, mereka menghasilkan perkiraan baru mengenai keanekaragaman serbuk sari dan spora fosil selama 130 juta tahun terakhir.

Salah satu penulis studi tersebut, Profesor Greg Jordan dari UTAS, mengatakan kepunahan tumbuhan maupun kemunculan kelompok tumbuhan baru yang memiliki hubungan evolusioner terjadi terutama selama dua periode ekstrem tersebut.

"Masing-masing periode berlangsung selama beberapa juta tahun, dengan pemanasan pada saat yang sama menghancurkan sekaligus mendorong dalam rentang waktu jutaan tahun," ujar Jordan.

Sebaliknya, periode yang lebih dingin ditandai oleh minimnya perubahan dalam keanekaragaman tumbuhan.

Namun, para peneliti memperingatkan bahwa pemanasan yang disebabkan oleh aktivitas manusia kemungkinan akan memicu kepunahan tumbuhan jauh lebih cepat dibandingkan peristiwa pemanasan ekstrem pada masa lalu.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru