Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Siswa Sedikit, Pemkab Aceh Barat Berencana Tutup 7 Sekolah, Komisi X Minta Kebijakan Dikaji Ulang

Jika sekolah ditutup, maka akses pendidikan semakin terbatas, terutama di daerah pelosok Aceh

Anggota Komisi X DPR, Andi Muawiyah Ramly. (Foto: dok istimewa)
Anggota Komisi X DPR, Andi Muawiyah Ramly. (Foto: dok istimewa)
A A

, JAKARTA - Pemkab dikabarkan akan menutup sebanyak 7 di wilayahnya. Hal ini lantaran sekolah-sekolah tersebut kekurangan siswa atau jumlah siswa yang tidak memenuhi standar.

Anggota Andi Muawiyah Ramly atau Amure menuturkan, adalah hak dasar setiap warga negara yang wajib dijamin oleh negara, sehingga kebijakan penutupan sekolah harus dikaji ulang dengan matang agar tidak merugikan generasi muda di daerah.

“ bukan sekadar bangunan, melainkan ruang pembentukan karakter, pengetahuan, dan masa depan anak-anak kita. Jika sekolah ditutup, maka akses semakin terbatas, terutama di daerah pelosok Aceh. Hal ini jelas bertentangan dengan semangat pemerataan pendidikan yang menjadi amanat konstitusi,” ujar Amure, Selasa (23/9/2025).

Baca Juga : Viral Bocah SD Membersihan Musalah Setiap Pulang Sekolah, Orang Tua: tak Tahu, Dia Selalu Pulang Lama

Amure menegaskan, penyelesaian masalah sekolah tidak bisa dilakukan dengan cara instan seperti penutupan. Pemerintah daerah bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) harus duduk bersama mencari solusi jangka panjang.

“Jangan jadikan jumlah siswa yang sedikit sebagai landasan penutupan sekolah. Itu bertentangan dengan semangat undang-undang yang menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan,” terangnya.

Legislator dapil Sulsel itupun mendorong adanya evaluasi menyeluruh. Menurutnya jika ada sekolah yang kekurangan murid, maka solusinya bisa berupa penggabungan secara bertahap, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta optimalisasi sarana pembelajaran berbasis teknologi. 

"Jangan langsung menutup, karena ini menyangkut masa depan anak bangsa,” tegasnya.

Amure juga mendorong agar pemerintah memperkuat program afirmasi pendidikan di Aceh, termasuk memberikan beasiswa, memperbanyak guru berstatus ASN yang ditempatkan di daerah terpencil, serta mendukung sekolah dengan infrastruktur memadai.

Baca Juga : Tahun 2026, Ada 17 Hari Libur yang Bisa jadi Momen Kumpul Keluarga dan Kolega

“Kita harus melihat ini dengan kacamata pembangunan jangka panjang. Pendidikan di Aceh harus diperkuat, bukan malah dilemahkan dengan penutupan sekolah. RI siap mendorong Kemendikdasmen untuk mencari solusi terbaik yang tetap menjamin hak belajar anak-anak Aceh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten akan menutup tujuh sekolah yang terdiri dari SMP Swasta Kubu Capang, SD Negeri Lueng Baro, SD Negeri Lango Trasmigrasi, SD Negeri Krueng Meulaboh, SD Negeri Alpen 1 Meureubo, SD Negeri Paya Baro dan SD Negeri Cot Buloh disebabkan kekurangan siswa atau jumlah siswa yang tidak memenuhi standar.

(cw1/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait