Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

RSUP Mohammad Hoesin Kick Off Vaksinasi Campak 100 Nakes, Sumsel Catat Kasus

RSUP Mohammad Hoesin Kick Off Vaksinasi Campak 100 Nakes, Sumsel Catat Kasus

A A

Nusantaraterkini.co, - RSUP Mohammad Hoesin Palembang memulai campak terhadap 100 tenaga kesehatan sebagai kick off program nasional menyusul lonjakan kasus di Sumatera Selatan pada Jumat (10/4/2026).

“Hari ini kita lakukan kepada 100 tenaga kesehatan, karena dalam tiga bulan terakhir terdapat 39 kasus campak di rumah sakit, sehingga program ini kita canangkan sebagai langkah pencegahan,” ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Mohammad Hoesin dr. Paryanto, Sp.OG., MARS saat diwawancarai langsung di lokasi.

Ia menyebut jika vaksinasi ini diberikan terlebih dahulu kepada dokter, residen, perawat, koas, dan tenaga kesehatan lainnya sebagai upaya perlindungan dini.

“Pencanangan ini merupakan bagian dari program nasional yang dimulai di sejumlah rumah sakit besar dan akan diperluas ke fasilitas kesehatan lain,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Trisnawarman menjelaskan penularan campak berisiko terjadi pada semua kelompok usia, sehingga tenaga kesehatan menjadi kelompok yang perlu dilindungi terlebih dahulu. 

Ia menilai jika tenaga kesehatan terinfeksi maka pelayanan kepada pasien juga akan terdampak, sehingga diperlukan langkah cepat melalui imunisasi.

“Dia tidak melihat dewasa atau anak, semua bisa tertular. Jadi sangat berpengaruh. Kalau memang sudah terkena nakes, bagaimana mau melayani pasien nanti? Jadi ini adalah tindakan segera cepat dari Dinas Kesehatan untuk masalah ini,” jelasnya.

Pihaknya menargetkan, seluruh tenaga kesehatan di Sumatera Selatan mendapatkan imunisasi campak secara bertahap. 

Saat ini Dinas Kesehatan masih berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk penyediaan vaksin bagi sekitar 5.800 tenaga kesehatan yang menjadi sasaran program. 

“Kami harap nanti semua di Sumatera Selatan akan kita imunisasi campak. Dengan nakes kita di Sumatera Selatan lebih kurang 5.800-an, makanya kita minta dulu vaksinnya dari Kementerian Kesehatan, nanti kita canangkan di seluruh kabupaten dengan stok untuk dewasa,” katanya.

Dr. Spesialis Penyakit Dalam, Harun Hunadi menyebut jika peningkatan kasus campak dipengaruhi berbagai faktor.

“Biasanya mulai dari menurunnya cakupan vaksinasi dalam lima tahun terakhir, kemungkinan varian baru, hingga faktor imunitas individu,” imbuhnya.

Ia menuturkan penularan campak berlangsung cepat melalui droplet sehingga pemutusan rantai penularan harus dilakukan dengan isolasi bagi penderita meskipun tidak dirawat di rumah sakit. 

“Satu orang bisa menularkan ke banyak orang dalam waktu bersamaan, sehingga memutus rantai penularan sangat penting dengan isolasi sampai masa penularan selesai,” tuturnya.

Ia juga mengatakan jika efek samping vaksin campak umumnya ringan dan bersifat sementara, dengan keluhan paling sering berupa demam sebagai respons tubuh setelah imunisasi. 

Hingga saat ini belum ada laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) berat pada pelaksanaan vaksinasi tersebut.

“Efek samping paling sering biasanya demam sebagai respons umum setelah vaksinasi, dan sejauh ini tidak ada laporan KIPI berat, sehingga vaksin ini aman untuk diberikan,” kata dia.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait