Nusantaraterkini.co, MEDAN - Revitalisasi Stadion Teladan Medan, yang digadang akan menjadi ikon olahraga kota, mengalami keterlambatan dalam proses pengerjaan.
Dari total target yang harus dicapai, progres penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baru mencapai sekitar 67 persen. Terlepas dari target penyelesaian pada Oktober 2024, proyek ini terhambat oleh ketergantungan pada pembangunan yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kota Medan, Alexander Sinulingga, menjelaskan bahwa proyek ini memang didanai dari APBD dan APBN, dengan pembagian item pengerjaan yang jelas.
Baca Juga : AFF U19 2026: Singapura Cukur Brunei 4-0 di Laga Pamungkas Grup B
"Untuk sisi APBD, saat ini sudah mencapai sekitar 67 persen, tetapi perlu dipahami bahwa ada bagian lain yang menggunakan sumber dana dari APBN melalui Kementerian PUPR," ujar Alexander pada Rabu (6/11/2024).
Alexander menekankan bahwa pekerjaan yang menggunakan APBD tidak berkaitan dengan struktur bangunan utama yang sepenuhnya dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara. Struktur seperti tribun dan lampu stadion merupakan bagian dari proyek APBN, sementara Pemerintah Kota Medan fokus pada bagian yang tidak bergantung pada pengerjaan tersebut, seperti drainase, taman, dan lapangan.
“Contohnya, untuk item seperti tempat duduk, papan skor, dan fasad stadion, ini harus menunggu selesainya pekerjaan tribun yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Kalau tribun belum selesai, kami juga tidak bisa memasang fasilitas pendukung lainnya,” jelas Alexander.
Baca Juga : AFF U19: Susunan Pemain Resmi Singapore vs Brunei Darussalam
Pemerintah Kota Medan, kata Alexander, berupaya memaksimalkan pengerjaan yang dapat dilakukan secara mandiri, tanpa perlu menunggu selesainya proyek APBN.
"Lapangan dan taman sudah selesai, drainase juga sudah tuntas," tambahnya. Namun, Alexander tidak merinci kendala spesifik yang dialami Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumut dalam penyelesaian proyek ini, meskipun beberapa rapat koordinasi telah diadakan.
“Koordinasi sudah dilakukan beberapa kali, termasuk minggu lalu, kami meminta rencana pasti dari pihak balai karena keterlambatan ini bisa menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” ungkapnya, sembari meminta agar detail kendala teknis dapat langsung ditanyakan ke pihak balai.
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, sebelumnya menargetkan Stadion Teladan rampung pada Oktober 2024. Namun, pada bulan April lalu, progres revitalisasi masih berada di angka 2,41 persen. Meski terdapat keterlambatan, Alexander optimis proyek yang dibiayai APBD akan mencapai 93 persen pada akhir tahun ini.
“Kami akan terus berupaya agar stadion ini segera selesai. Meskipun masih ada beberapa pekerjaan yang bergantung pada pihak balai, kami tetap berkomitmen untuk mempercepat progres dengan fokus pada bagian-bagian yang bisa dikerjakan sendiri. Harapannya, Stadion Teladan bisa segera digunakan dan menjadi kebanggaan warga Medan,” tutup Alexander.
(cw9/nusantaraterkini.co)
