Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polres Sukabumi Gerak Cepat Usut Kasus Gadis Sukabumi Diduga Dijadikan Budak Seks di China

Polres Sukabumi menyatakan telah menerima laporan terkait dugaan perdagangan orang yang menimpa seorang perempuan asal Sukabumi berinisial RR (23).

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi (tengah). (Foto: kumparan)
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi (tengah). (Foto: kumparan)
A A

nusantaraterkini.co,  Sukabumi menyatakan telah menerima terkait dugaan yang menimpa seorang asal Sukabumi berinisial RR (23). Korban dilaporkan di dan dipaksa menjalani .

Kapolres , AKBP Rita Suwadi, mengatakan penyidik sudah mencatat polisi (LP) pada 9 September dan memeriksa satu saksi pelapor, yakni paman korban. 

“Penyidik telah menerima LP tanggal 9 September dan telah memeriksa saksi pelapor, paman korban,” kata Rita dikutip kumparan, Kamis (18/9/2025).

Rita menambahkan tim penyidik kini tengah menyiapkan izin rencana tindak lanjut (RTL) untuk pemeriksaan anggota keluarga lain. 

“Kami sudah mencoba menghubungi saudara korban lewat telepon, namun belum menerima jawaban,” ujarnya.

Langkah-langkah penyelidikan yang akan dilakukan antara lain pemeriksaan dokumen di Imigrasi terkait paspor, serta verifikasi ke Dinas Tenaga Kerja. Pada Jumat (19/9/2025), penyidik juga berencana berkoordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk upaya pemulangan RR dari

“Kami akan cek paspor di Imigrasi dan koordinasi dengan BP2MI terkait pemulangan korban,” terang Rita.

Proses penyidikan sempat terhambat akibat personel yang terlibat dalam pengamanan aksi massa. Rita menjelaskan sebagian anggota perlindungan dan anak (PPA) sedang melakukan pengamanan demo, sehingga penyusunan berkas RTL menjadi tertunda. 

“Anggota PPA terkena PAM demo selama tiga hari berturut-turut. Insyaallah hari ini berkas RTL akan dilengkapi; jika sudah lengkap, akan kami gelar untuk tahap berikutnya,” kata dia.

Kasus Mendapat Perhatian Gubernur Jabar

Kasus ini juga mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, . Saat ditemui di Kantor Bupati Karawang, Dedi menyatakan akan berkoordinasi dengan jajaran Polda serta Mabes Polri agar penanganan kasus berjalan tuntas. Ia menekankan pentingnya proses cepat terhadap kelompok yang diduga terlibat pengiriman korban ke China. 

“Saya pasti berkoordinasi dengan Polda dan Mabes Polri untuk menangani itu sampai tuntas,” tutur Dedi, Kamis (18/9/2025). 

Jika ada hambatan, menurut Dedi yang akrab disapa KDM, ia siap turun tangan langsung. “Kalau ada hambatan, nanti saya telepon hari ini dan tanyakan di mana kendalanya,” ujarnya.

Kuasa hukum RR, Rangga Suria Danuningrat, membeberkan kondisi tragis yang dialami kliennya. Menurut Rangga, RR mengaku setiap hari dipaksa menjadi objek , mengalami penyiksaan dan hingga sempat berkeinginan mengakhiri hidup karena tidak kuat menanggung penderitaan. 

“Pengakuan RR, setiap hari dijadikan objek seksual, dieksploitasi terus-menerus, disiksa, disekap. Dia minta pulang; kalau enggak kuat, dia sampai berpikir ingin bunuh diri,” kata Rangga, Rabu (17/9/2025).

Polres Sukabumi mengimbau siapa pun yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku atau jaringan yang diduga melakukan perdagangan orang untuk segera melapor, agar proses penyidikan dan pemulangan korban bisa dipercepat.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru