Perang India vs Pakistan, BKSAP DPR: Indonesia Perlu Petakan Ulang Arah Kebijakan Internasional
Perang India vs Pakistan, BKSAP DPR: Indonesia Perlu Petakan Ulang Arah Kebijakan Internasional
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Anggota BKSAP DPR Syahrul Aidi Maazat menilai, perang antara India dan Pakistan baru-baru ini menandai pergeseran kekuatan global, khususnya dalam hal teknologi persenjataan.
Sehingga, kondisi ini menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memetakan ulang arah kebijakan Internasional didasarkan pada situasi geopolitik.
BACA JUGA: LSwasembada Bukan Mimpi, Prabowo Bangga Beras RI Tertinggi Sepanjang Sejarah
“Kita melihat dari hasil perang itu, ada kemenangan di pihak Pakistan, dan kemenangan itu didukung oleh kekuatan teknologi yang berasal dari China,” ujar Syahrul, Senin (19/5/2025).
“Sementara India kalah meski alat tempurnya berasal dari Amerika dan Rusia,” ujar Politisi Fraksi PKS ini.
Maka dari itu, Syahrul menekankan pentingnya Indonesia melirik sumber persenjataan alternatif, termasuk dari Tiongkok, untuk memperkuat daya tawar dan pertahanan nasional di tengah ketegangan geopolitik global.
Terlebih menurutnya, dalam peta geopolitik yang semakin terbelah, Indonesia harus cermat menentukan sikap.
“Pakistan didukung China dan Rusia, sementara India oleh Amerika dan sekutunya. Indonesia tidak bisa terus bersikap netral tanpa arah, harus menentukan sikap dengan strategi yang cerdas,” katanya.
Maka dari itu, Syahrul menilai meski saat ini Indonesia memiliki keterbatasan dalam menunjukkan posisinya secara terang-terangan karena kebijakan luar negeri politik bebas aktif, menurutnya Indonesia tetap perlu menyiasati agar Indonesia memiliki daya tawar kerja sama yang tinggi, baik itu kepada China maupun Amerika.
“Saya lihat Arab Saudi misalnya, Arab Saudi hubungan dengan Amerika kuat, tetapi di jalan hubungan dengan Chinanya juga kuat, sehingga daya tawarnya akan naik,” jelas legislator dari Riau ini.
Menurutnya, apabila Indonesia tidak menyiasati itu, maka posisi Indonesia nantinya akan memiliki daya tawar yang lemah sehingga hanya bisa bergantung pada negara besar.
"Kalau kita lihat ya, sebuah negara itu akan disegani ketika dia, negaranya itu dibutuhkan oleh banyak orang, dan oleh banyak negara lain,” jelasnya.
Maka dari itu, menurutnya Indonesia perlu memperkuat sektor lain di samping alutsista.
"China, selain memiliki teknologi yang kuat, dia juga memiliki apa yang dibutuhkan oleh negara-negara lain, yaitu produksinya. Apa yang tidak diproduksi oleh China? Sejujurnya bukan hanya memproduksi jet tempur, tapi ada kemandirian. Ada kemandirian pada pangannya. Nah, ini sudah dilakukan Pak Prabowo yang dengan mandiri pangan kita,” ungkapnya.
Ia menjelaskan gambarannya, apabila Indonesia mampu memproduksi yang dikonsumsinya, maka Indonesia akan mendiri.
Kemudian apabila Indonesia mampu memproduksi yang dikonsumsi orang, lanjutnya, maka menurutnya Indonesia akan maju.
“Kita akan bisa menguasai orang lain,” tegas anggota Komisi V DPR ini.
BACA JUGA: Car Free Day di Lapangan Merdeka, Menari Bareng Komunitas Kpopers
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa Indonesia perlu memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya sendiri, di samping aliansi politik dan dukungan militer.
“Jadi ada tiga hal yang harus kita produksi sesungguhnya secara mandiri. Pangan, obat-obatan, senjata,” pungkasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALOperasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Kerahkan 20 Personel Brimob di Titik Rawan Kejahatan
Rozie Winata·25 menit yang lalu -
INTERNASIONALMenlu Arab Saudi Desak Pemulihan Selat Hormuz seperti Sebelum 28 Februari
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIPergerakan Pasar Kripto 27 September: Bitcoin Bertahan, Quant Meroket 48%
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
POLITIKGerindra Sebut Jokowi Gabung PSI Hak Politik Warga Negara
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAPemerintah Inggris Desak Premier League Segera Tuntaskan Kasus Manchester City
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALRusia Klaim Hancurkan 25 Persen Fasilitas Internet dan Starlink Milik Ukraina
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALPolresta Deliserdang Ringkus Dua Pengedar Sabu di Pantai Labu, Sita 31 Gram Barang Bukti
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWSTokoh Masyarakat Sebut Tindakan Ombudsman di Lapas Cibinong 'Offside'
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan