Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pemerintah Didesak Usut Tuntas Masuknya 250 Ton Beras Ilegal dari Thailand

DPR desak pemerintah usut masuknya 250 ton beras ilegal asal Thailand dan tindak tegas jaringan penyelundupan.

Rina Sa'adah (foto:istimewa)
Rina Sa'adah (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,JAKARTA -  mendesak Pemerintah mengusut tuntas kronologi masuknya 250 ton asal Thailand ke Indonesia.

Anggota Komisi IV DPR Rina Sa’adah meminta Pemerintah mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat, mulai dari pelaku lapangan hingga jaringan terorganisir.

Rina menilai temuan ini bertentangan dengan kebijakan Subianto yang menutup keran untuk memperkuat . Ia meminta pemerintah mengumumkan hasil penyelidikan secara transparan dan menjatuhkan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Baca Juga : Indonesia Disebut Stop Impor Beras, Legislator: Petani Harus Sejahtera 

“Kami mengecam masuknya 250 ton beras ilegal dari Thailand. Ini pelanggaran serius terhadap amanah Presiden Prabowo yang menutup impor beras. Pemerintah harus mengusut tuntas dan tidak boleh ada yang bermain-main dengan kebijakan nasional. Jika sudah diketahui siapa dalangnya, kenakan sanksi tegas tanpa kompromi,” ujar Rina, Senin (24/11/2025).

Ia menilai masuknya ratusan ton beras ilegal menunjukkan lemahnya pengawasan sehingga membuka celah bagi penyelundupan.

Rina meminta pemerintah melakukan audit menyeluruh agar praktik serupa tidak berulang.

“Fakta bahwa 250 ton beras bisa masuk menunjukkan adanya celah yang tampaknya sudah lama dimanfaatkan. Pemerintah perlu menutup celah itu dan menindak siapa pun yang terlibat,” katanya.

Rina juga menyebut jumlah 250 ton menunjukkan adanya dugaan jaringan terorganisir. Menurutnya, skala sebesar itu tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan logistik yang kuat.

“Ini bukan pelanggaran biasa. Pemerintah harus membongkar sampai ke akar, bukan hanya menangkap pelaku lapangan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa masuknya beras ilegal berpotensi mengganggu stabilitas harga dan merugikan petani lokal karena beras impor biasanya dijual lebih murah. “Jumlah kecil saja bisa mengganggu pasar, apalagi ratusan ton. Ini ancaman bagi daya saing petani dan ketahanan pangan,” tandas legislator dapil Jabar ini.

Baca Juga : Ribuan Ton Beras Impor Diduga Masuk RI, Komisi IV Tagih Komitmen Pemerintah
Saat ini stok beras nasional berada pada level aman, yakni hampir 4,2 juta ton. Namun Rina meminta pemerintah tetap memperketat pengawasan agar kondisi stok yang baik tidak membuat sistem kontrol melemah.

Kasus beras ilegal di berawal dari laporan penemuan 250 ton beras impor di sebuah gudang.

Menteri Pertanian Amran telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk menghentikan aktivitas di lokasi serta memastikan beras tersebut tidak beredar di masyarakat.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru