Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ojol Tewas Terlindas Truk Tangki di Amplas Medan, Dompet Korban Diduga Hilang Dicuri

Pengendara motor tewas terlindas truk tangki di Jalan SM Raja Medan. Dompet korban raib diduga diambil pencuri

Personel Satlantas dan Inafis Polrestabes Medan mengamankan lokasi tempat kejadian perkara untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan dan mengatur lalu lintas, Kamis (30/7/2026). (Foto: istimewa)
Personel Satlantas dan Inafis Polrestabes Medan mengamankan lokasi tempat kejadian perkara untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan dan mengatur lalu lintas, Kamis (30/7/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlindas truk tangki di Jalan Sisingamangaraja Km 10,5, tepatnya di seberang Komplek Pertokoan ATC Amplas, Kamis (30/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban yang diduga merupakan pengemudi ojek online (ojol) melaju dari arah Tanjung Morawa dan diduga melawan arus untuk masuk ke Jalan Damai.

Namun saat bersamaan, sepeda motor korban bergesekan dengan sepeda motor lain yang datang dari arah berlawanan menuju Tanjung Morawa sehingga korban terjatuh ke badan jalan.

Nahas, pada saat bersamaan sebuah truk tangki bermuatan minyak melintas dan membuat korban terlindas. Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di lokasi.

Petugas Satlantas bersama unsur URC Rescue Godams kemudian melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Pengemudi ojek online yang berada di lokasi kejadian, Riki Hutagalung mengatakan, hasil pengecekan sementara oleh satgas aplikasi menunjukkan identitas korban belum terdaftar sebagai pengemudi Gojek. Menurutnya, masih diperlukan pendalaman untuk memastikan identitas maupun akun yang digunakan korban.

"Satgas aplikasi sudah melakukan pengecekan, sementara korban tidak terdaftar sebagai driver Gojek. Kemungkinan menggunakan kendaraan lain di akun atau bagaimana, kami juga belum mengetahui secara pasti," ujarnya.

Riki juga menyayangkan hilangnya sejumlah barang milik korban yang diduga diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab saat peristiwa terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan proses identifikasi korban karena dokumen penting belum ditemukan.

"Sangat disayangkan masih ada orang yang tega mengambil dompet korban di lokasi. Handphone korban memang hancur di tempat kejadian, sedangkan dompet yang berisi KTP dan SIM belum ditemukan. Barang yang tersisa hanya tas dan kunci kendaraan sehingga identitas korban masih sulit dipastikan," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Godams, Agam Zubir mengatakan, pihaknya menerjunkan personel URC Rescue Godams untuk membantu aparat kepolisian mengamankan lokasi dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan susulan.

"Begitu menerima informasi kecelakaan, personel URC Rescue Godams langsung turun ke lokasi untuk membantu melakukan pengamanan jalan dan mengatur lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung," ujar Agam.

Hingga berita ini diturunkan, Satlantas Polrestabes Medan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut, termasuk meminta keterangan saksi-saksi serta memastikan identitas korban dan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

(cw1/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait