Komisi I DPR Sarankan Komdigi Libatkan BIN dan BSSN Tumpas Praktek Judol di Indonesia
Berbagai kasus kriminal terjadi dipicu kecanduan judi online di sejumlah daerah di Indonesia
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Berbagai kasus kriminal terjadi dipicu kecanduan judi online di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini.
Menanggapi persoalan yang menjadi ancaman masa depan bangsa, Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal cemas dan membuatnya berang.
Sebagai perwakilan rakyat yang komisinya membidangi langsung persoalan ini, mendesak pemerintah melakukan langkah khusus.
"Komisi 1 DPR RI mendesak KomDigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) segera mengambil langkah-langkah luar biasa (extraordinary)," tegas Syamsu Rizal, Rabu (6/11/2024).
Legislator PKB yang terpilih dari Dapil Sulsel 1 mengungkap dampak judi online yang luar biasa terhadap peningkatan kekerasan anak, perceraian rumah tangga bahkan sampai pada dekadensi moral anak menjadi alasan utama.
Deng Ical sapaannya menyebut di Jakarta, Pj Gubernur telah merilis 57 kekerasan anak karena Judol. Belum lagi angka perceraian yang disebabkan masalah rumah tangga yang terlilit pinjaman online. "Sampai pada perubahan perilaku anak yang cenderung menyendiri dan asosial karena kecanduan judol," sebut dosen Ilmu Komunikasi ini.
Dia meminta ada koordinasi juga Komdigi dengan berbagai staleholder agar penuntasan persoalan Judol ini. "Libatkan BIN dan BSSN. Tukar data dan sharing resources supaya bisa segera menumpas praktek Judol," ucapnya.
Sebulmnya Deng Ical mengapresiasi kinerja KomDigi yang telah mampu menutup 187.000 situs Judol."ini langkah berani yang patut diacungi jempol," sambung mantan Wakil Wali Kota Makassar ini.
Tantangan selanjutnya melanjutkan ke situs-situs yabg lebih besar. Bahkan yang terafiliasi dengan situs di luar negeri atau lembaga transnasional.
"Disitulah pentingnya koord lintas KL dan Badan. Kalau perlu minta bantuan Kemenlu untuk menjalin komunikasi dengan Interpol dan lembaga lainnya," sarannya.
"Judol bisa saja menjadi bagian dari Proxy war internasional untuk melemahkan kekuatan Indonesia," tutupnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSWacana Sex Toy untuk Warga Binaan Tuai Polemik, MUI Tegaskan Hukumnya Haram
hendra·8 menit yang lalu -
SUMSELPemkab Banyuasin Susun Standar Biaya 2027, Kaji Opsi Sewa Kendaraan Dinas
hendra·48 menit yang lalu -
KRIMINALGeng Motor Serang 2 Mahasiswa di Makassar, 1 Tewas Kena Tebasan Parang dan Anak Panah
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSRazia Kos di Kisaran, 8 Pasangan Muda-Mudi Diamankan Polisi, Ada Anak di Bawah Umur
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDiduga Hendak Balap Liar, 29 Motor Berknalpot Brong Diamankan di Jalan Diponegoro Medan
hendra·2 jam yang lalu -
PERISTIWAKecelakaan Maut Dua Motor di Sergai, Remaja 17 Tahun Tewas di Lokasi
hendra·3 jam yang lalu -
-
NEWSMayat Pria Ditemukan Membusuk di Bangunan Kosong Tebingtinggi, Polisi Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan
hendra·4 jam yang lalu -
-
EKONOMIHutama Karya Genjot JTTS Tembus 1.160 Kilometer, BAKN DPR RI Sorot Dampak Ekonomi
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan