Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Kebakaran Bromo Belum Terkendali, TNBTS Tutup Akses Wisata ke Puncak Penanjakan

Kebakaran Gunung Bromo belum terkendali. TNBTS menutup akses wisata ke Penanjakan dan membatasi kunjungan hingga kawasan Lemah Pasar.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: ilustrasi AI)
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: ilustrasi AI)
A A

Nusantaraterkini.co, JAWA TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan () yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (), Jawa Timur, memaksa pengelola menutup sementara akses wisata menuju Penanjakan Gunung Bromo. Kebijakan ini diambil karena kobaran api masih belum berhasil dikendalikan.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) memberlakukan pembatasan kunjungan sejak Sabtu (17/10/2026) pukul 21.30 WIB.

Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa wisatawan untuk sementara hanya diperbolehkan berkunjung hingga kawasan Lemah Pasar. Sementara itu, akses menuju Penanjakan ditutup demi mengantisipasi risiko keselamatan di tengah kebakaran yang masih berlangsung.

"Kondisi kebakaran di area Penanjakan belum bisa dikendalikan, aktivitas ke Penanjakan dibatasi hanya sampai Lemah Pasar," kata Rudi dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Menurut Rudi, pembatasan tersebut berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Pihak pengelola masih memantau perkembangan situasi di lapangan sebelum memutuskan kapan akses wisata menuju Penanjakan dapat dibuka kembali.

BBTNBTS juga meminta wisatawan, masyarakat, serta pelaku usaha jasa wisata untuk mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Semua pihak diingatkan agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan maupun memicu kebakaran baru.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kawasan konservasi sekaligus menjaga keselamatan pengunjung dan petugas yang berada di lokasi.

Empat Petugas dan Relawan Meninggal Dunia

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo sebelumnya juga menimbulkan korban jiwa. Empat orang dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak kobaran api ketika berupaya melakukan pemadaman.

Keempat korban tersebut yakni Hendra Rony Wigayanata (25) dan Sukaris (55), yang merupakan petugas . Dua korban lainnya adalah Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), karyawan hotel yang turut membantu pemadaman sebagai relawan .

Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko penanganan kebakaran di kawasan hutan. Di tengah kondisi api yang belum terkendali, wisatawan dan masyarakat diminta mengutamakan keselamatan serta mengikuti seluruh arahan petugas.

Hingga Minggu (18/10/2026), akses wisata menuju Penanjakan masih dibatasi dan belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru